Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Sulawesi Selatan, menandai kemajuan signifikan dalam pencarian di medan yang sulit.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Penemuan ini meliputi beberapa bagian pesawat, termasuk jendela dan bagian badan, yang membantu mempersempit area pencarian dan memberikan informasi penting mengenai lokasi jatuhnya pesawat.
Kronologi Penemuan Serpihan
Pada Minggu, 18 Januari 2026, tim SAR berhasil menemukan serpihan pertama sekitar pukul 07.46 Wita, berupa bagian window pesawat di lokasi koordinat 04°55’48” LS - 119°44’52” BT yang terletak di pegunungan Kabupaten Maros.
Tiga menit setelahnya, pada pukul 07.49 Wita, tim kembali menemukan serpihan lebih besar yang diyakini merupakan bagian badan pesawat, semakin mendekatkan mereka pada lokasi kemungkinan jatuhnya pesawat.
Informasi terkini diterima pada pukul 07.52 Wita, menunjukkan bahwa bagian badan pesawat telah terbuka dan bagian ekor pesawat ditemukan di sebelah selatan dari lokasi awal.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Strategi Pencarian yang Diterapkan
Dengan informasi yang terus berkembang, tim SAR menyesuaikan strategi mereka dan mengalihkan pergerakan unit pencarian ke titik prioritas yang telah diidentifikasi.
Sejak pukul 08.02 Wita, serpihan besar kembali terpantau menggunakan helikopter Caracal, mengingat medan yang sangat terjal menghambat akses darat.
Pada pukul 08.11 Wita, tim melaporkan bahwa mereka memerlukan peralatan tambahan, termasuk perlengkapan mountaineering, untuk memudahkan akses ke lokasi serpihan yang berada di area lereng curam.
Pernyataan Resmi dari Kepala SAR
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa penemuan serpihan pesawat ini merupakan petunjuk yang sangat berharga dalam operasi SAR yang sedang berlangsung.
"Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian," ujarnya, menegaskan fokus tim pada pengamanan lokasi dan penyesuaian taktik di lapangan.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa medan di lokasi adalah tantangan tersendiri yang memerlukan peralatan khusus untuk menjaga keselamatan seluruh personil yang terlibat dalam operasi.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: