Kamis, 15 JANUARI 2026 • 18:44 WIB

Stonehenge: Monumen Prasejarah yang Terus Memicu Penasaran

Author

Stonehenge: Monumen Prasejarah yang Terus Memicu Penasaran

Stonehenge, monumen megah di Wiltshire, Inggris, telah menjadi fokus penelitian dan spekulasi selama berabad-abad.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Keberadaan struktur ini mengundang perhatian global terhadap tujuan serta metode pembangunannya yang masih menyimpan banyak misteri.

Sejarah dan Asal Usul Stonehenge

Pembangunan Stonehenge berlangsung dalam beberapa fase, dimulai sekitar 3000 SM hingga 2000 SM. Struktur ini terdiri dari blok batu besar, dikenal dengan istilah megalit, yang dipindahkan dari lokasi yang jauh dengan teknologi yang tersedia pada masa itu.

Masyarakat yang membangun Stonehenge diperkirakan termasuk dalam kultur Neolitik, yang seiring waktu menjadikannya sebagai tempat ritual, observatorium astronomis, serta kemungkinan lokasi pemakaman.

Penelitian menunjukkan bahwa pemindahan batu-batu ini memerlukan kerja sama luar biasa di antara komunitas tersebut. Metode yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan batu-batu masih menjadi misteri hingga kini, memicu berbagai teori di kalangan arkeolog.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Misteri dan Teori Mengenai Fungsi Stonehenge

Fungsi sebenarnya dari Stonehenge masih menjadi perdebatan hangat di kalangan ilmuwan. Beberapa di antaranya berpendapat bahwa situs ini berfungsi sebagai tempat ibadah, sementara yang lain meyakini bahwa situs ini berfungsi sebagai observatorium astronomis untuk mengamati pergerakan matahari dan bulan.

Penemuan alignments batu-batu di Stonehenge menunjukkan keterkaitan dengan titik terbit dan terbenamnya matahari. Sebagai contoh, pada hari titik balik matahari, sinar matahari pertama kali terlihat melalui celah tertentu di antara batu-batu tersebut.

Hasil penelitian terbaru juga mengindikasikan bahwa Stonehenge terkait dengan sejumlah situs prasejarah lainnya di Britania Raya. Ini menandakan bahwa situs ini mungkin merupakan bagian dari lanskap ritual yang lebih luas.

Warisan Budaya dan Pengaruh Stonehenge di Era Modern

Stonehenge telah menjadi simbol yang signifikan dalam budaya dan sejarah Eropa, menarik perhatian ribuan pengunjung setiap tahunnya. Pada tahun 1986, UNESCO menetapkan Stonehenge sebagai Situs Warisan Dunia, menandakan perlunya pemeliharaan dan pelestarian yang berkelanjutan.

Yang membedakan Stonehenge adalah kombinasi antara aspek arkeologi, astronomi, sejarah, dan spiritualitas. Banyak individu mengunjungi situs ini tidak hanya untuk tujuan akademis tetapi juga untuk mencari pengalaman spiritual.

Di era modern, berbagai festival dan acara digelar di sekitar Stonehenge untuk merayakan warisan lokal serta internasional. Namun, tantangan dalam melestarikan situs ini tetap ada, terutama terkait kerusakan akibat lingkungan serta peningkatan jumlah pengunjung.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU