Kamis, 15 JANUARI 2026 • 14:30 WIB

Tragisnya Nasib Pendaki Muda: Syafiq Ridhan Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Slamet

Author

Tragisnya Nasib Pendaki Muda: Syafiq Ridhan Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Slamet

Syafiq Ridhan Ali Razan, seorang pendaki berusia 18 tahun, ditemukan tewas setelah 17 hari pencarian di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Menurut pihak pencari, ia diperkirakan meninggal empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menyebut bahwa lokasi penemuan Syafiq tidak jauh dari tempat ia terpisah dari rombongannya, dan sejumlah barang milik korban turut ditemukan di sana.

Proses Pencarian yang Rumit dan Berkepanjangan

Pencarian Syafiq dimulai pada 5 Januari 2026, setelah ia dinyatakan hilang saat mendaki. Tim pencarian melibatkan berbagai organisasi dan relawan yang bekerja secara intensif di sekitar Gunung Slamet.

Namun, proses pencarian ini menghadapi banyak kendala. Cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit membuat tim sering terpaksa menghentikan pencarian, termasuk saat badai melanda wilayah tersebut.

Tim pencarian terus berjuang meski sering kali harus menghadapi tantangan baru. Dengan dedikasi tinggi, mereka menjelajahi area yang luas untuk menemukan Syafiq.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dugaan Penyebab Kematian dan Temuan di Lokasi

Syafiq ditemukan di dekat tebing kawah dengan kondisi tubuh yang relatif baik. Arie Affandi menyatakan, 'Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari.'

Dugaan penyebab kematian diduga berkaitan dengan hipotermia, yang diperkuat dengan penemuan pakaian dan perlengkapan pendakian milik Syafiq yang tidak lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa ia mungkin mengalami kesulitan dalam menjaga suhu tubuhnya.

Pentingnya keselamatan selama pendakian kembali ditekankan oleh petugas SAR, mengingat kondisi yang dihadapi Syafiq sebelum ia meninggal dunia.

Barang Bukti yang Menggambarkan Keadaan Darurat

Di lokasi penemuan, beberapa barang milik Syafiq ditemukan, yang menunjukkan bahwa ia sedang berada dalam keadaan darurat. Arie Affandi menambahkan, 'Di sekitar situ juga ada ceceran barang, seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya.'

Penemuan barang-barang ini menjadi indikasi bahwa Syafiq berjuang untuk selamat sebelum akhirnya meninggal. Kondisi ini menjadi pelajaran penting dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan safety di kalangan pendaki.

Para petugas SAR berharap bahwa insiden ini akan memicu perhatian lebih pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pendakian.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU