Utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan tahap kedua rencana gencatan senjata di Gaza yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Tahap ini diharapkan berfokus pada demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, serta rekonstruksi infrastruktur di wilayah tersebut.
Penjelasan Tentang Demiliterisasi dan Rekonstruksi
Steve Witkoff, utusan khusus AS, menjelaskan bahwa 'Fase Kedua membentuk pemerintahan transisi teknokratis Palestina di Gaza, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), dan memulai demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza secara penuh, terutama pelucutan senjata semua personel yang tidak sah.'
Pemerintah AS mengharapkan kelompok Hamas untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata, yang mencakup pemulangan para sandera yang masih tertahan.
Dalam pernyataan tersebut, Witkoff juga mengingatkan bahwa 'Kegagalan untuk melakukannya akan membawa konsekuensi serius.'
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dukungan dari Kelompok Palestina untuk Rencana Transisi
Dukungan terhadap pembentukan pemerintahan transisi di Gaza muncul dari berbagai kelompok Palestina, setelah pertemuan di Kairo yang membahas langkah-langkah segera untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintahan.
Menurut laporan dari Al-Qahera News, ada penekanan pada perlunya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi badan transisi agar dapat mengelola layanan publik dengan efektif.
Pernyataan dukungan ini mencerminkan harapan bahwa langkah tersebut dapat membawa stabilitas dan perbaikan bagi masyarakat Gaza.
Kondisi di Lapangan Pasca Gencatan Senjata
Meskipun gencatan senjata diumumkan, masyarakat Palestina menyatakan kekecewaan karena Israel dianggap sering melanggar kesepakatan tersebut.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hampir 450 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.200 lainnya terluka akibat serangan yang terjadi meski gencatan senjata telah diberlakukan.
Israel juga masih menolak untuk membuka penyeberangan Gaza, meski ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung gencatan senjata permanen dan pengiriman bantuan kemanusiaan.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: