Rabu, 14 JANUARI 2026 • 15:30 WIB

Hubungan Antara Pencahayaan dan Suasana Hati Manusia

Author

Hubungan Antara Pencahayaan dan Suasana Hati Manusia

Cahaya ternyata memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati kita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan dapat memengaruhi emosi dan aktivitas harian kita.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Dari kejadian sehari-hari hingga kesehatan mental, pencahyaan memiliki dampak yang signifikan. Misalnya, paparan sinar matahari bisa meningkatkan kadar serotonin, yang dikenal sebagai 'hormon bahagia'.

Dampak Cahaya Terhadap Mood

Cahaya memiliki efek yang signifikan terhadap mood manusia. Sedikit cahaya dapat menyebabkan perasaan sedih atau malas, sedangkan cahaya yang cukup dapat meningkatkan semangat.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari bisa meningkatkan kadar serotonin, yang sering disebut sebagai 'hormon bahagia'. Maka tak heran, saat hari mendung, banyak orang merasa kurang bersemangat.

Dalam suasana yang lebih redup, produksi melatonin meningkat, yang bisa membuat kita merasa lebih mengantuk. Hal ini menunjukkan bagaimana ritme sirkadian kita sangat dipengaruhi oleh cahaya.

Maka, memilih tempat dengan pencahayaan alami bisa membantu memperbaiki suasana hati kita.

Jenis-jenis Cahaya dan Pengaruhnya

Ada berbagai jenis cahaya yang bisa memengaruhi mood kita, termasuk cahaya alami dan cahaya buatan. Cahaya alami, seperti sinar matahari, memberikan efek positif yang paling besar.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Sebaliknya, cahaya buatan, seperti lampu neon atau fluoresen, bisa menciptakan suasana yang berbeda. Paparan berlebih dari lampu tersebut dalam waktu lama dapat menyebabkan rasa lelah dan stres.

Cahaya dengan warna tertentu juga dapat memengaruhi emosi. Misalnya, cahaya biru diketahui bisa membantu meningkatkan fokus, sedangkan cahaya merah dapat menciptakan suasana hangat dan akrab.

Maka, memilih warna lampu di rumah atau tempat kerja bisa berkontribusi pada kesehatan mental kita.

Cahaya dan Kesehatan Mental

Banyak studi menunjukkan bahwa kekurangan cahaya, terutama di musim dingin, bisa berkontribusi pada gangguan afektif musiman atau Seasonal Affective Disorder (SAD).

Gejala umum dari kondisi ini termasuk perasaan sedih dan kurangnya energi. Mencari terapi cahaya menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan oleh mereka yang mengalami masalah ini.

Lebih jauh, lensa cahaya biru kini menjadi pilihan untuk digunakan pada perangkat elektronik, yang bisa membantu mengurangi ketegangan mata dan efek negatif pada mood.

Hal sederhana seperti berolahraga di luar ruangan saat terang dapat membantu meningkatkan suasana hati dan kesehatan psikologis secara keseluruhan.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU