Selasa, 13 JANUARI 2026 • 15:20 WIB

Sulawesi Selatan: Fokus Penanganan Kasus TBC di Indonesia

Author

Sulawesi Selatan: Fokus Penanganan Kasus TBC di Indonesia

Provinsi Sulawesi Selatan kini tercatat sebagai salah satu dari delapan provinsi di Indonesia dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi. Dengan langkah-langkah intensif yang diambil, diharapkan angka infeksi dapat ditekan secara signifikan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan perlunya perhatian khusus untuk daerah ini, menyusul tercatatnya hampir 10 ribu kasus di Kota Makassar.

Penanganan Kasus TBC di Sulawesi Selatan

Dengan total 9.885 kasus yang dilaporkan di Kota Makassar, provinsi ini menjadi salah satu titik fokus dalam program penanggulangan TBC secara nasional. Menurut Benjamin, 'Semua dilakukan pemeriksaan cuma 8 provinsi ini prioritas', menggambarkan komitmen pemerintah untuk memerangi penyakit ini.

Dalam upayanya, pemerintah telah menyediakan alat rontgen portabel yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas diagnosis serta pengobatan bagi penderita TBC. Inisiatif ini akan memungkinkan akses yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penanganan kasus TBC di Sulawesi Selatan bisa dilakukan lebih efisien, yang pada akhirnya dapat membawa dampak positif dalam pengendalian penyakit ini.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Inovasi dalam Pemeriksaan Kesehatan

Dinas Kesehatan Sulsel, bersama dengan Kota Makassar, berkolaborasi untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan yang lebih komprehensif. Ini mencakup deteksi penyakit paru, jantung, diabetes, dan hipertensi pada penderita TBC.

Benjamin menambahkan, 'Jika sehari bisa melayani 50 pasien, maka pada tahun 2026 diperkirakan ada 60.000 orang yang akan diperiksa di Makassar,' yang menunjukkan ambisi besar dalam menggandeng masyarakat menuju kesehatan yang lebih baik.

Strategi yang diadopsi dalam pendekatan ini adalah active case finding, yang diimplementasikan melalui inisiatif bernama TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh), yang melibatkan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan.

Program 'Hantu Mesra' untuk Deteksi Dini TBC

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperkenalkan program 'Hantu Mesra' yang bertujuan mengurangi stigma serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan TBC. Dengan metode ini, diharapkan warga lebih terbuka untuk melakukan pemeriksaan.

Munafri menegaskan, 'Dengan metode mengetuk pintu rumah warga, ini menjadi jalan keluar yang sangat efektif untuk deteksi dini,' menandakan pendekatan yang inovatif dalam penanganan kasus TBC.

Melalui sinergi antar sektor dan intervensi yang proaktif, diharapkan pengurangan kasus TBC di Makassar akan terlihat secara signifikan pada tahun 2027 hingga 2029.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU