Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan perhatian besar terhadap meningkatnya kasus penyakit di Aceh Tamiang pascabanjir, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas, diare, dan infeksi kulit.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Kondisi sanitasi yang buruk dan kepadatan di lokasi pengungsian menjadi faktor utama peningkatan kasus, mendorong tim relawan untuk melakukan langkah-langkah medis.
Tingginya Kasus Penyakit di Lokasi Pengungsian
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit terjadi di Desa Sekumur setelah banjir besar.
Dokter Relawan dari Tim Tenaga Cadangan Kesehatan, dr. Yulia Dewi Irawati, menyatakan bahwa lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk sangat berkontribusi terhadap masalah ini.
Kasus ini sangat meresahkan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, sehingga perhatian ekstra diberikan kepada mereka.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Langkah Medis dari Tim Relawan
Tim relawan Kemenkes telah bertindak cepat dengan memberikan perawatan medis dan pengobatan kepada pasien yang menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan pengobatan yang diperlukan meskipun dalam situasi darurat untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih buruk.
Pendidikan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga disertakan dalam program pencegahan, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik masyarakat.
Kondisi Fasilitas Kesehatan di Wilayah Terdampak
Banjir yang melanda Aceh Tamiang telah menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas kesehatan di Desa Sekumur.
Siti Aisyah, bidan Puskesmas Pembantu, mengungkapkan bahwa banyak alat kesehatan yang hilang, termasuk tempat tidur pasien dan alat medis lainnya, sehingga pelayanan kesehatan sangat terbatas.
Sebagai respon, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan Tim Relawan TCK Batch II untuk memperkuat respons kesehatan, memastikan akses layanan medis bagi masyarakat yang terisolasi.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: