Selasa, 13 JANUARI 2026 • 10:55 WIB

Prabowo Ingatkan Petinggi BUMN: Silakan Mundur Jika Tak Bisa Berkontribusi

Author

Prabowo Ingatkan Petinggi BUMN: Silakan Mundur Jika Tak Bisa Berkontribusi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan teguran kepada pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait kinerja dan integritas mereka. Peringatan ini disampaikan dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Prabowo menekankan bahwa keberhasilan BUMN sangat bergantung pada kepemimpinan yang jujur dan kompeten untuk kepentingan publik. Ia juga tidak ragu menyatakan bahwa pemimpin yang tak mampu bertanggung jawab sebaiknya mundur.

Peringatan terhadap Tata Kelola BUMN

Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti fenomena di mana beberapa BUMN mengalami kerugian, tetapi masih meminta pembagian keuntungan atau tantiem. Ia berkata, "(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan."

Tindakan ini menunjukkan bahwa banyak pemimpin BUMN tidak memahami tanggung jawab mereka, bahkan ketika perusahaan mereka berada dalam posisi merugikan. Prabowo juga mencatat bahwa kondisi ini merupakan cerminan dari kepemimpinan yang lemah dan kurang kompeten.

Ia juga menambahkan, "Terlalu banyak pengalaman kita. Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik," menunjukkan adanya kebutuhan mendasar akan perubahan dalam banyak posisi strategis.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Komitmen untuk Pembenahan BUMN

Menanggapi banyaknya isu di BUMN, Prabowo menyatakan komitmen untuk melakukan pembersihan terhadap jajaran yang dinilai tidak kompeten. Ia mengarahkan Kepala Danantara dan menteri terkait untuk memprioritaskan perbaikan dalam pengelolaan BUMN.

Kondisi keuangan yang menurun di sejumlah BUMN menjadi perhatian utama bagi pemerintah, dan Prabowo menekankan pentingnya memilih sosok yang mampu mengelola sumber daya negara dengan baik. "Untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengelola sumber daya dan sumber-sumber kekayaan kita," jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap agar BUMN mampu meningkatkan kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Harapan untuk Masa Depan Energi Nasional

Prabowo juga optimis bahwa dalam lima hingga tujuh tahun ke depan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi. Ini merupakan bagian dari visi untuk pembangunan infrastruktur energi yang lebih terintegrasi.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, memerlukan kepemimpinan yang tidak hanya berkompeten tetapi juga peduli kepada masyarakat. Dalam pandangannya, pemimpin BUMN harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dalam melakukan tugas dan tanggung jawab mereka.

Dengan keberadaan pembenahan ini, diharapkan BUMN dapat menjadi tulang punggung bagi kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU