Senin, 12 JANUARI 2026 • 16:56 WIB

Iran Menuduh Mossad Terlibat dalam Kerusuhan Lokal

Author

Iran Menuduh Mossad Terlibat dalam Kerusuhan Lokal

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan adanya bukti keterlibatan badan intelijen Israel, Mossad, dalam kerusuhan yang terjadi di negaranya. Pernyataan ini muncul setelah mantan Direktur CIA, Mike Pompeo, mencuatkan isu keberadaan agen Mossad di wilayah Iran.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Dalam klarifikasinya, Araghchi menyebut aksi kekerasan dalam unjuk rasa diduga diatur oleh teroris yang berafiliasi dengan Mossad, sekaligus mengkritik respons pemerintah AS yang dianggapnya tidak realistis.

Pernyataan Abbas Araghchi dan Dugaan Keterlibatan Mossad

Dalam pernyataannya, Araghchi menyudutkan beberapa anggota Kepolisian Iran yang dieksekusi oleh teroris yang memiliki hubungan dengan Mossad. Dia melampirkan bukti berupa tangkapan layar dari unggahan Mike Pompeo yang menyebutkan bahwa agen Mossad aktif di jalanan Iran.

Araghchi berargumen bahwa pemerintah AS melihat Iran sebagai entitas 'delusional' karena menuduh adanya intervensi dari Israel. Namun, dia berbalik menilai bahwa anggapan tersebut justru mengindikasikan kondisi 'delusional' pemerintah AS sendiri.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Contoh Kerusuhan dan Respons Pemerintah AS

Menteri Luar Negeri Iran juga menyoroti perlakuan keras yang terjadi dalam menangani unjuk rasa di dalam negeri AS. Dia memberikan contoh insiden penembakan oleh agen imigrasi terhadap seorang wanita di Minneapolis.

Menurut Araghchi, pemerintah Trump memelihara kekerasan polisi di dalam negeri, padahal seruan kepada negara lain untuk meredakan kekerasan seharusnya mencakup diri mereka sendiri. Araghchi menekankan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri AS tidak segan mengancam warganya yang berhadapan dengan petugas federal.

Tuduhan Terhadap AS dan Israel

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan tuduhan bahwa AS dan Israel berperan aktif dalam menciptakan kekacauan dan ketidakstabilan di Iran. Ia mengklaim bahwa kedua negara tersebut melatih kelompok tertentu untuk menyebarkan terorisme di negara mereka.

Pezeshkian menilai infiltrasi teroris terlatih yang masuk ke Iran berfungsi untuk memperburuk kondisi sosial di dalam negeri. Ia mempertegas bahwa tindakan ini merupakan bagian dari strategi lebih besar yang bertujuan merusak stabilitas Iran.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU