Minggu, 11 JANUARI 2026 • 19:49 WIB

Tragedi Protes di Iran: Ratusan Tewas Akibat Penembakan oleh Pemerintah

Author

Tragedi Protes di Iran: Ratusan Tewas Akibat Penembakan oleh Pemerintah

Protes besar-besaran di Iran berubah menjadi tragedi, dengan laporan menyebutkan 217 demonstran tewas akibat tembakan dari aparat keamanan yang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Ketegangan terus meningkat di seluruh 31 provinsi akibat demonstrasi yang diwarnai ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi yang memburuk.

Kronologi Protes di Iran

Protes di Iran dimulai pada Desember 2025, ketika masyarakat mulai mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi yang terus merosot. Apa yang dimulai sebagai unjuk rasa terhadap isu perekonomian kemudian berkembang menjadi tuntutan penggulingan rezim yang sudah berkuasa sejak 1979.

Dalam unjuk rasa ini, banyak demonstran meneriakkan kata-kata menuntut 'kebebasan' dan 'matilah diktator', menandakan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah. 'Sebagian besar korban tewas adalah kaum muda,' ungkap seorang dokter di Teheran yang berbicara secara anonim.

Tanggapan pemerintah tidak mengecewakan, mereka memilih tindakan represif. Insiden paling mencolok terjadi ketika setidaknya 30 orang tewas di luar sebuah kantor polisi di Teheran utara saat pasukan keamanan mengejar demonstran dengan senapan mesin.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Laporan Korban dan Respon Pemerintah

Menurut laporan, angka korban tewas mencapai 217 orang, mencerminkan tingginya tingkat kekerasan yang terjadi selama protes. Namun, kelompok hak asasi manusia mencatat hanya 63 kematian yang telah terkonfirmasi, menunjukkan ketidakcocokan dalam pelaporan.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Iran mengancam akan memberikan hukuman mati kepada para demonstran. Ayatollah Ali Khamenei menekankan bahwa 'Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para perusak.'

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di kalangan aparat keamanan, dengan seorang petugas anonimus menyatakan, 'Saat ini ada banyak perbedaan pendapat di antara pasukan keamanan mengenai apakah penindakan besar-besaran akan memulihkan ketertiban.'

Reaksi Internasional dan Dampak Politik

Reaksi global semakin meningkat, terutama dari Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan bahwa rezim Iran akan 'menanggung akibatnya' jika tindakan represif terus berlanjut. Ini menyebabkan perhatian dunia terhadap situasi hak asasi manusia di negara tersebut.

Analisis politik juga menunjukkan bahwa protes ini menjadi ancaman eksistensial bagi rezim yang berkuasa. 'Mulai sekarang, korban akan meningkat pesat,' jelas Hossein Hafezian, seorang analis politik.

Penangkapan Nicolás Maduro oleh AS juga dianggap berpengaruh terhadap respons pemerintah Iran terhadap demonstran, menambah kompleksitas situasi.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU