Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul terjadinya banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dan mitigasi dampak bencana yang melanda daerah tersebut.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Keputusan ini berlaku selama 14 hari dan diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya dalam membantu para korban serta memperbaiki infrastruktur yang rusak. Penanganan ini juga diwarnai dengan laporan duka bagi banyak keluarga yang terdampak.
Kondisi Terkini di Aceh Utara
Status tanggap darurat ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh mengenai dampak banjir yang terjadi. Plt Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, menyatakan, 'Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir kembali memicu banjir susulan cukup luas di sini (Aceh Utara).'
Kebijakan ini memungkinkan pemerintah daerah mengerahkan lebih banyak personel dan peralatan untuk mendukung penanganan. Diharapkan dengan langkah ini, solusi yang cepat dan efektif dapat dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dampak Banjir dan Lonjakan Korban
Data terbaru dari posko tanggap darurat menunjukkan bahwa pada tanggal 10 Januari, terdapat 230 korban meninggal dan 6 orang hilang akibat bencana sebelumnya. Lebih dari 19.000 pengungsi tersebar di 210 titik pengungsian akibat dampak bencana tersebut.
Kondisi ini mengakibatkan 46.607 unit rumah mengalami kerusakan parah, dengan empat dusun hilang di beberapa desa. Rapat koordinasi tengah berlangsung untuk merumuskan langkah-langkah guna menyelamatkan warga yang terkena dampak.
Dampak pada Sektor Pertanian
Sektor pertanian turut merasakan dampak serius dari bencana ini, khususnya perkebunan kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jubir Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengungkapkan bahwa sekitar 13.083 hektar kebun kopi mengalami kerusakan.
Di Aceh Tengah, kerusakan lahan kopi terutama terjadi di Kecamatan Pegasing, dengan total lebih dari 12.638 hektare. Pendataan dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, di mana dia menegaskan, 'Kita update terus dengan kementerian pertanian dan bantuannya maksimal dengan APBN.'
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: