Fenomena di mana anak bisa merasa benci terhadap ibu kandung sering terjadi dalam hubungan keluarga, terutama selama masa remaja.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Meskipun biasanya hubungan itu dipenuhi kasih sayang, ada kalanya anak merasa dikhianati atau tidak dipahami, menimbulkan emosi negatif yang dalam.
Agresi Emosional dan Harapan yang Tidak Terpenuhi
Peran seorang ibu dalam kehidupan anak sangatlah penting, namun harapan yang salah dapat menimbulkan ketegangan. Sabrina Romanoff, PsyD, menjelaskan bahwa "seseorang umumnya menyimpan rasa benci terhadap ibunya saat pernah diperlakukan tidak adil, diabaikan, atau disakiti."
Ketidakpuasan terhadap kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi menciptakan dinamika kompleks antara cinta dan benci. Hal ini mengconstitudrisasi berbagai emosi yang kadang sulit dijelaskan.
Kemarahan yang muncul di dalam diri anak sering kali berasal dari ekspektasi tinggi terhadap figur ibu, yang jika tidak terpenuhi, mengakibatkan perasaan frustrasi.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dinamika Ketidakpastian dalam Pola Asuh
Sikap orang tua yang tidak konsisten dapat memicu timbulnya rasa benci. Anak yang dibesarkan oleh ibu yang sering berubah pikiran "kemungkinan akan kesulitan untuk mempercayainya sebagai sosok yang bisa diandalkan."
Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang tidak stabil dapat menyebabkan rasa cemas yang berkepanjangan. Ketidakpastian dalam pola asuh ini sering kali membuat anak merasa tidak diterima.
Rasa tidak diterima ini berkontribusi pada perasaan negatif yang berlarut-larut, yang pada gilirannya mempengaruhi hubungan emosional anak dengan ibunya.
Dampak Komunikasi dalam Hubungan Ibu dan Anak
Masalah komunikasi juga berperan penting dalam dinamika hubungan ini. Ketika ibu sering mengkritik dan menuntut berlebihan, anak akan merasa tertekan.
"Rasa dendam yang menumpuk sering berasal dari kemarahan yang belum terselesaikan atas pengabaian serta trauma yang terjadi selama masa kanak-kanak."
Kondisi ini diperburuk lagi bila ibu tidak mampu memberikan dukungan saat anak membutuhkannya. Kehadiran seorang ibu yang tidak peka pada kebutuhan emosional anak berimbas langsung pada rasa aman dan dicintai yang sering kali tidak terpenuhi.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: