Seorang saksi mata mengungkapkan bahwa agen ICE di Minneapolis menghalangi upaya pertolongan dokter kepada Renee Nicole Good yang menjadi korban penembakan. Insiden ini memperlihatkan ketegangan antara penegakan hukum dan tanggung jawab keselamatan publik.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Awal mula tragedi ini terjadi ketika Renee sedang mengemudikan SUV-nya, dan agen ICE menembaknya dari jarak dekat melalui kaca mobil. Kejadian ini menempatkan spotlight pada prosedur penanganan yang dikelola oleh pihak berwenang.
Deskripsi Kejadian
Emily Heller, yang menjadi saksi saat insiden terjadi, menjelaskan detik-detik sebelum penembakan berlangsung. Heller menyatakan bahwa Renee sedang berusaha mundur sedikit, tetapi agen ICE memerintahkan untuk berhenti sebelum menembaknya di wajah.
Saat kejadian, Heller sedang menyiapkan sarapan dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana situasi itu berkembang sangat cepat. Ia mengungkapkan rasa khawatirnya akan tindakan yang sangat brutal dan menyebut, 'Dia tidak memiliki pilihan untuk melarikan diri.'
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Upaya Pertolongan yang Terhalang
Setelah penembakan terjadi, seorang tetangga yang juga dokter berusaha membantu melakukan CPR kepada Renee. Namun, tawarannya ditolak oleh agen ICE yang mengatakan bahwa petugas darurat sedang dalam perjalanan.
Heller menambahkan bahwa ambulan datang terlambat, setelah sekitar 15 menit. Hal ini menyebabkan tim darurat harus meninggalkan ambulans mereka dan melakukan evakuasi langsung tanpa tandu karena kendaraan ICE menghalangi akses.
Reaksi terhadap Insiden
Emosi mendalam dirasakan Heller setelah menyaksikan insiden tersebut. 'Hidup saya selamanya berubah setelah menyaksikan ini,' katanya, menegaskan bahwa tindakan agen ICE yang dianggap sebagai pembelaan diri sangat tidak tepat.
Di sisi lain, Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem memberikan pembelaan terhadap agen ICE, berargumen bahwa Renee mengancam akan menabrak mereka dan menyebut situasi itu sebagai aksi 'terorisme domestik.'
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: