Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengumumkan bahwa bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengakibatkan hilangnya sekitar 25 desa.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Pemerintah saat ini berfokus pada pemulihan ekonomi di wilayah-wilayah terdampak dengan melakukan identifikasi titik-titik recovery.
Kondisi Terkini di Aceh dan Sumatera Utara
Tito menyebutkan bahwa di Aceh, terdapat tujuh titik yang menjadi fokus pemulihan, termasuk Aceh Tamiang yang saat ini masih terhambat operasional akibat kantor yang berlumpur.
Wilayah lainnya yang mendapatkan perhatian adalah Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, di mana akses darat serta aktivitas ekonomi sudah mulai pulih.
Di Sumatera Utara, dari total 18 wilayah yang terdampak, 13 di antaranya telah kembali normal, meskipun ada beberapa daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.
Beberapa daerah di Sumatera Utara yang masih dalam kondisi kritis adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Mandailing Natal.
Analisis Wilayah yang Terdampak di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, 16 kabupaten/kota terpengaruh oleh bencana ini, dengan 13 di antaranya hampir kembali di kondisi normal.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Namun, masih ada tiga daerah yang membutuhkan perhatian serius yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
Pemerintah menunjukkan komitmen untuk memberikan penanganan lebih pada wilayah-wilayah tersebut, tanpa melupakan daerah lain yang juga terdampak.
Tito menyatakan, 'Kita akan berikan perhatian yang khusus, tanpa menafikan yang lain,' menggarisbawahi pentingnya penanganan merata di seluruh wilayah.
Identifikasi Desa yang Hilang
Dari informasi yang dihimpun, Tito menjelaskan bahwa total 1.580 desa terkena dampak bencana, dan 25 di antaranya dinyatakan hilang setelah verifikasi.
Awalnya, dia melaporkan 22 desa hilang, namun setelah koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi lain, jumlah tersebut direvisi.
Dia juga menambahkan, 'Aceh menyampaikan juga ada gampong yang lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17,' menunjukkan adanya desa-desa yang mungkin terisolasi.
Proses verifikasi status desa-desa tersebut akan terus dilakukan untuk memastikan apakah benar-benar hilang akibat bencana atau terisolasi karena kerusakan infrastruktur.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: