Khairun Nisa, seorang wanita muda, mengalami penipuan saat berusaha untuk menjadi pramugari Batik Air, merugikan dirinya hingga Rp 30 juta. Modus operandi penipuan ini menjelaskan betapa pentingnya kewaspadaan dalam mencari pekerjaan.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Setelah tertipu, Nisa terpaksa berpura-pura menjadi pramugari dengan membuat unggahan palsu di media sosial demi menjaga wajahnya di depan keluarga. Penipuan seperti ini semakin marak dan menjadi perhatian pihak kepolisian.
Modus Penipuan yang Menghancurkan
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menyampaikan bahwa Nisa dijanjikan pekerjaan oleh seseorang yang mengklaim bisa membantunya. Ia datang dari Palembang ke Jakarta setelah mendapat izin dari ibunya untuk mendaftar sebagai pramugari.
"Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang," ungkap Yandri.
Nisa diminta membayar Rp 30 juta untuk posisi yang dijanjikan, tapi setelah mentransfer uang, pelaku menghilang tanpa jejak.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dampak Penipuan pada Keluarga dan Diri Sendiri
Perasaan malu setelah ditipu mendorong Nisa untuk berpura-pura menjadi pramugari agar tidak mengecewakan ibunya. Ia menciptakan postingan palsu di media sosial untuk menunjukkan seolah-olah ia sudah berhasil mendapatkan pekerjaan.
"Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja," tambah Yandri.
Postingan itu dimaksudkan untuk meyakinkan orang tuanya bahwa ia telah menjadi pramugari, padahal kenyataannya sangat jauh dari harapan.
Peringatan untuk Masyarakat
Polisi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang serupa dengan yang dialami Nisa. Yandri menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam mendapatkan pekerjaan.
"Buat masyarakat yang mau menjadi pramugari untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan sejumlah uang terus bisa menjanjikan. Ikuti saja aturannya SOP yang ada," terang Yandri.
Pihak kepolisian terus mengimbau agar masyarakat tidak terjebak dalam tawaran kerja yang mencurigakan, dan pentingnya memeriksa keaslian informasi sebelum mengambil keputusan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: