Rabu, 07 JANUARI 2026 • 17:54 WIB

Peningkatan Islamofobia Pasca Serangan di Bondi: Tindakan dan Kekhawatiran Komunitas Muslim di Australia

Author

Peningkatan Islamofobia Pasca Serangan di Bondi: Tindakan dan Kekhawatiran Komunitas Muslim di Australia

Setelah insiden serangan teror anti-Semit di Bondi, Australia mencatat lonjakan mencolok dalam kasus-kasus Islamofobia, terutama di wilayah New South Wales.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Khalil Yang, seorang anggota komunitas Muslim di Minto, mengungkapkan bahwa banyak orang merasa cemas akan keselamatan mereka dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat.

Peningkatan Ancaman Terhadap Komunitas Muslim

Sejak serangan terjadi, Masjid Minto telah mengambil langkah-langkah ekstra untuk melindungi jemaat dari potensi vandalisme. Hal ini terpaksa dilakukan mengingat laporan ancaman anti-Muslim melonjak hingga 200 persen, menurut Dewan Imam Australia.

Laporan terbaru mencatat bahwa setidaknya sembilan masjid telah menerima ancaman serius yang mengharuskan pihak kepolisian untuk terlibat. Selain itu, masyarakat Muslim yang mengenakan hijab mengalami peningkatan ketakutan terhadap serangan pribadi yang dapat terjadi.

Chris Minns, Premier New South Wales, menggambarkan situasi ini sebagai 'mengerikan' dan menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk rasisme dalam komunitasnya.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Reaksi Terhadap Serangan dan Ancaman di Melbourne

Di Melbourne, komunitas Muslim menghadapi ancaman baru, termasuk email kebencian yang secara terang-terangan menyebut Islam sebagai 'sekte kematian.' Selima Ymer dari Albanian Australian Islamic Society menilai bahwa ini merupakan reaksi terhadap serangan di Bondi.

Ymer berpendapat bahwa ancaman serupa dapat muncul di Melbourne, mengacu pada insiden penembakan masjid di Christchurch pada 2019 yang mengakibatkan 51 jiwa melayang. 'Kita selalu takut akan insiden serangan ke masjid seperti Christchurch,' tambahnya.

Naveed Akram, yang didakwa dalam penembakan tersebut dengan beberapa pelanggaran, termasuk terorisme, diakui polisi terinspirasi oleh ideologi ISIS.

Tindak Lanjut dan Upaya Pencegahan

Meningkatnya ancaman Islamofobia mendorong komunitas Muslim dan masjid untuk turut mengecam segala bentuk terorisme, serta menyatakan solidaritas dengan komunitas Yahudi. Dewan Imam Australia menegaskan bahwa ideologi ISIS tidak mewakili ajaran Islam.

Organisasi Muslim juga menyuarakan kekhawatiran akan kemungkinan balas dendam dari masyarakat terhadap mereka. Mereka berharap agar sikap toleransi dan pengertian antaragama bisa terjaga.

Pakar kontra-terorisme, Greg Barton, menyatakan bahwa memperkuat pemahaman tentang Islam di masyarakat adalah langkah krusial untuk mencegah Islamofobia, sejalan dengan program pendidikan anti-Semitisme yang telah diterapkan.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU