Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan keteguhannya terhadap keputusan menjadi menteri meskipun kini terjerat kasus hukum tentang dugaan korupsi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Nadiem menegaskan, "Saya memilih jalan yang sulit" dan tidak menyesali amanah yang diembannya.
Pernyataan Nadiem di Pengadilan
Di dalam nota keberatannya, Nadiem menyatakan kebanggaannya atas jabatan yang diembannya, meski berada dalam proses hukum yang melelahkan. Ia berkata, "Saya masih bangga bisa dipercayakan dengan amanah yang berat tapi mulia."
Nadiem juga menegaskan bahwa cintanya kepada negara tidak akan pudar meski dalam kondisi sulit. Ia mengungkapkan, "Bencana ini tidak akan mengubah kesetiaan saya kepada negara."
Kesetiaan ini, menurut Nadiem, adalah landasan untuk terus berjuang meskipun tengah menghadapi masalah hukum. Ia menyebutkan bahwa perjalanan ini mencerminkan perjuangan banyak profesional lain yang dituduh melakukan korupsi.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Tuduhan Korupsi dan Kerugian Negara
Nadiem didakwa melakukan praktik korupsi yang merugikan negara hingga Rp2,1 triliun terkait pengadaan perangkat Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) antara tahun 2020-2022. Jaksa menyebut bahwa harga yang dibayarkan untuk Chromebook terlalu tinggi dan penggunaan CDM dianggap tidak perlu.
Dalam proses hukum ini, Nadiem dinilai melanggar Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Penuntut juga menyimpulkan bahwa 25 pihak lainnya diuntungkan dari kasus ini, di mana Nadiem diduga mendapatkan keuntungan hingga Rp809 miliar.
Kasus ini menjadi sorotan, mengingat besarnya kerugian negara yang diakibatkan. Banyak ahli hukum berpendapat bahwa tindakan ini mencelakakan reputasi hipotesis integritas pelayanan publik.
Pentingnya Keberanian dalam Mengabdi
Nadiem mengungkapkan harapannya agar kriminalisasi kebijakan di Indonesia dapat segera diakhiri. Ia menilai bahwa langkah ini vital untuk menjaga martabat upaya anti-korupsi di negara tersebut.
"Saya di sini untuk membela kebenaran agar yang terjadi dengan saya tidak terulang lagi," tambahnya dengan tegas. Pengalamannya, baginya, adalah pelajaran penting untuk generasi muda dalam berkontribusi kepada negara.
Pernyataan Nadiem menunjukkan pentingnya keberanian dalam mengabdi walaupun dalam situasi penuh tantangan. Ia berharap agar semua pihak bisa tetap fokus pada kebaikan negara.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: