Dalam pernyataan yang mengejutkan, Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan rencana untuk menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, melalui serangan siber.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Di konferensi pers di Mar-a-Lago, Trump menyampaikan bahwa pemadaman listrik di Caracas adalah bagian dari strategi tersebut, membuat ibu kota Venezuela terjebak dalam kegelapan total.
Metode Serangan Siber yang Digunakan
Selama konferensi pers, Trump menjelaskan, "Di sana gelap, lampu di Caracas semuanya mati karena keahlian yang kami miliki," merujuk pada penggunaan teknologi siber yang canggih.
Ini merupakan pengakuan terbuka pertama oleh AS mengenai penggunaan metode serangan siber untuk menghadapi negara lain, sebuah langkah yang jarang dilakukan secara publik.
Komando Siber AS berperan penting dalam menjalankan strategi ini, meskipun Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Militer AS, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang efek yang dihasilkan dari serangan tersebut.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Dampak Pemadaman Listrik di Caracas
Menurut laporan dari NetBlocks, pemadaman listrik di Caracas juga berdampak pada mati totalnya akses internet, yang dimulai pada pagi hari Sabtu.
Al Toker, pendiri NetBlocks, menekankan bahwa situasi ini merupakan hasil dari serangan siber yang ditargetkan, yang sangat mengganggu komunikasi dan kontrol operasional di Venezuela.
Venezuela bukan kali pertama menghadapi serangan siber; sebelumnya mereka mengalami gangguan terkait produksi minyak dari perusahaan negara PDVSA yang menunjukkan kerentanan sistem.
Ketegangan Politik di Kawasan Karibia
Ketegangan antara AS dan Venezuela masih memanas, meski sebelumnya terjadi penangkapan mendebarkan terhadap Presiden Maduro.
Pejabat AS mengkonfirmasi keberadaan sekitar 15.000 personel di kawasan Karibia, dengan kemungkinan intervensi militer lebih lanjut jika Delcy Rodríguez, Presiden sementara Venezuela, tidak memenuhi tuntutan.
Rodríguez menghadapi tekanan yang semakin kuat, di mana Trump memperingatkan, "Jika dia tidak melakukan apa yang seharusnya, dia akan membayar mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro."
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: