Senin, 05 JANUARI 2026 • 13:41 WIB

Lonjakan Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Capai 13 Juta di 2025

Author

Lonjakan Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Capai 13 Juta di 2025

Indonesia mencatatkan 13,97 juta kunjungan wisatawan asing sepanjang 11 bulan di tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10,44% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 dan mengisyaratkan kebangkitan sektor pariwisata yang mulai pulih.

Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Data terbaru dari BPS menunjukkan, akumulasi kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga November 2025 mencapai 13,97 juta kunjungan. Ini meningkat dari 12,65 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, menjelaskan, "Capaian kunjungan wisman Januari hingga November 2025 ini merupakan tertinggi dalam enam tahun terakhir." Hal ini menunjukkan tren positif di sektor pariwisata Indonesia pasca pandemi.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Kunjungan Wisman Berdasarkan Kebangsaan

Pada bulan November 2025, Indonesia mencatat 1,19 juta wisatawan mancanegara. Meski mengalami penurunan 11,12% dibandingkan dengan Oktober 2025, angka ini masih positif dengan peningkatan 9,79% dibandingkan November 2024.

Berdasarkan data BPS, mayoritas wisatawan yang berkunjung berasal dari Malaysia, yang menyumbang 17,3% dari total kunjungan. Australia dan Singapura menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan porsi masing-masing 11,3% dan 10,5%.

Pergerakan Melalui Bandara

Data menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan asing masuk ke Indonesia melalui Bandar Udara Ngurah Rai dengan total 476,50 ribu kunjungan. Soekarno-Hatta juga mencatatkan 240,33 ribu kunjungan, sementara bandara lain seperti Batam, Juanda, dan Kualanamu turut memberikan kontribusi.

Namun, terjadi penurunan jumlah kunjungan melalui Bandara Ngurah Rai, disebabkan oleh pengurangan kedatangan dari negara-negara seperti Australia, India, dan Tiongkok. Pudji menegaskan, "Terlihat terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai secara bulanan."

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU