Senin, 05 JANUARI 2026 • 13:10 WIB

Proses Hukum Nadiem Makarim: Penggunaan KUHAP Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi

Author

Proses Hukum Nadiem Makarim: Penggunaan KUHAP Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi

Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Nadiem Anwar Makarim dilaksanakan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Kesepakatan untuk menerapkan KUHAP ini diambil oleh penasihat hukum dan jaksa secara bersama-sama.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 5 Januari 2026 dan dipimpin oleh Hakim Purwanto S Abdullah. Hakim meminta pendapat penasihat hukum mengenai peralihan antara KUHAP lama dan yang baru.

Kesepakatan Penggunaan KUHAP Baru

Dalam sidang tersebut, ketua majelis hakim menjelaskan peralihan KUHP dan KUHAP yang berlaku sejak 2 Januari 2025. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran Nadiem dalam sidang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ari Yusuf Amir, kuasa hukum Nadiem, menyatakan bahwa mereka ingin mengikuti ketentuan yang lebih menguntungkan bagi kliennya. Menurutnya, pelimpahan perkara terjadi saat KUHP dan KUHAP lama masih berlaku, namun mereka sepakat untuk menggunakan KUHAP baru.

Jaksa juga menekankan bahwa penggunaan KUHAP baru adalah langkah yang tepat berdasarkan asas lex mitior, yang mengedepankan hukum yang paling menguntungkan bagi terdakwa. Kesepakatan ini disambut baik oleh hakim.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Proses Hukum yang Berlangsung

Sidang ini penting dalam proses hukum Nadiem Makarim atas dugaan korupsi pengadaan peralatan teknologi. Penggunaan KUHAP baru dianggap sebagai bagian dari upaya perlindungan hak terdakwa.

Dalam sidang, Hakim Purwanto S Abdullah menyatakan, 'Tentu kalau ada peralihan seperti ini yang kita ambil adalah yang menguntungkan terhadap terdakwa.' Hal ini menjadi fokus pada perlindungan hak dalam suatu proses hukum.

Dengan penerapan KUHAP baru, diharapkan seluruh proses sidang akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan menciptakan transparansi dalam penanganan kasus korupsi.

Implikasi Hukum dan Masyarakat

Keputusan ini menunjukkan bahwa hukum di Indonesia beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan keadilan. Masyarakat melihat mantan pejabat publik menjalani proses hukum sesuai ketentuan baru.

Kasus Nadiem menjadi topik hangat di kalangan publik dan menunjukkan pentingnya transparansi dalam pemerintahan. Perhatian masyarakat akan terus meningkat seiring dengan berjalannya sidang.

Setiap langkah dalam sidang diharapkan memberikan pelajaran bagi penegakan hukum di Indonesia. Penggunaan asas yang lebih menguntungkan bagi terdakwa menandakan kemajuan dalam mewujudkan keadilan yang berdasarkan prinsip hukum yang baik.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU