Senin, 05 JANUARI 2026 • 12:37 WIB

Dampak Flu yang Jarang Diketahui: Mengapa Brain Fog Bisa Terjadi?

Author

Dampak Flu yang Jarang Diketahui: Mengapa Brain Fog Bisa Terjadi?

Flu tidak hanya membawa gejala umum seperti batuk dan pilek, tetapi juga dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai 'brain fog'.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi dan penurunan daya ingat, yang sering kali diabaikan oleh banyak orang.

Apa Itu Brain Fog?

Brain fog adalah istilah yang menggambarkan keadaan di mana seseorang merasa tidak fokus dan kesulitan berpikir jelas. Meskipun tidak diakui sebagai kondisi medis resmi, banyak orang melaporkan mengalaminya, terutama setelah terinfeksi virus.

Gejala yang sering muncul setelah flu termasuk kesulitan dalam berpikir, lupa hal-hal kecil, dan merasa lelah secara mental. Ini bisa menjadi tantangan saat beraktivitas sehari-hari.

Dalam kondisi ini, individu sering merasa bingung dan kurang berenergi, sehingga mempengaruhi produktivitas dan kesehariannya.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Dampak Influenza di Otak

Infeksi virus flu memicu sistem imun untuk bekerja lebih keras, tetapi efek ini tidak hanya terbatas pada tubuh. Respon imun dapat memengaruhi kognisi dan perubahan neurotransmitter di otak.

Penelitian menunjukkan bahwa peradangan yang terjadi akibat infeksi dapat berdampak pada sinyal yang dikirimkan oleh neuron, berpotensi mengakibatkan terjadinya brain fog.

Ini menjelaskan mengapa beberapa orang merasa terganggu dalam berpikir dan mengalami kesulitan berkonsentrasi setelah mengalami flu.

Faktor Tambahan yang Memperburuk Brain Fog

Selain peradangan, ada berbagai faktor yang dapat memperburuk gejala brain fog, seperti kurang tidur, dehidrasi, serta tingginya tingkat stres. Kondisi ini saling berinteraksi, sehingga meningkatkan dampak negatif pada kemampuan kognitif.

Pola makan yang buruk dan kekurangan nutrisi juga berkontribusi pada kondisi ini, terutama saat pemulihan dari sakit. Nutrisi yang tidak memadai dapat menghambat fungsi otak yang optimal.

Dengan dukungan nutrisi yang tepat selama masa sakit, seseorang bisa mempercepat pemulihan dan meminimalkan efek brain fog.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU