Kementerian Pertahanan Jepang baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan menangguhkan Kawasaki Heavy Industries dari penawaran proyek selama 2,5 bulan akibat pemalsuan data pada mesin kapal selam.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Insiden ini berdampak pada 23 dari 24 kapal selam yang dikelola oleh Angkatan Laut Bela Diri Jepang, yang dilengkapi mesin buatan Kawasaki.
Pemalsuan Data Mesin Kapal Selam
Kementerian Pertahanan Jepang mendapati bahwa Kawasaki Heavy Industries diduga memanipulasi data efisiensi bahan bakar dari mesin kapal selam yang diproduksi antara 1988 hingga 2021 untuk JMSDF.
Laporan dari The Japan Times menyatakan bahwa pemalsuan ini dilakukan untuk memenuhi standar uji coba yang ditetapkan oleh kementerian.
Meskipun Kemenhan menegaskan bahwa pemalsuan ini tidak berdampak pada keselamatan atau kinerja kapal selam, tindakan tersebut dianggap melanggar kontrak yang telah disepakati.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Penangguhan dan Implikasi
Kementerian memutuskan untuk memotong masa penangguhan dari enam bulan menjadi 2,5 bulan setelah Kawasaki Heavy secara sukarela melaporkan kejadian pemalsuan ini.
Sebagai bagian dari investigasi, pihak kementerian melakukan pengecekan di pabrik Kawasaki yang ada di Kobe, Prefektur Hyogo, untuk memastikan keakuratan laporan.
Komisi investigasi khusus juga berhasil mengidentifikasi kemungkinan pemalsuan data serupa untuk mesin kapal selam MSDF yang akan terjadi pada bulan Juni 2025.
Tindakan Disiplin Terhadap Personel JMSDF
Penangguhan terhadap Kawasaki Heavy juga berkaitan dengan tindakan disiplin yang diambil terhadap 11 personel JMSDF yang terlibat dalam insiden penerimaan barang tidak pantas dari kontraktor.
Menurut Kemenhan, barang yang diterima termasuk konsol gim, tas golf, dan jam tangan, yang didapat melalui 'dana gelap' dari transaksi fiktif terkait kontrak perbaikan kapal selam.
Dari ke-11 personel tersebut, tiga di antaranya mendapatkan penangguhan tugas, sementara delapan lainnya menerima pemotongan gaji, terkait dengan nilai total barang senilai sekitar 1,16 juta yen.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: