Presiden Prabowo Subianto mengajak diaspora Indonesia untuk berkontribusi dalam membantu korban bencana di Sumatera, dalam langkah yang diharapkan bisa memberi dampak positif.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat rapat koordinasi yang diadakan di Aceh Tamiang, yang menekankan perlunya mekanisme penyaluran bantuan yang jelas.
Rapat Koordinasi di Aceh Tamiang
Pada 1 Januari 2026, rapat koordinasi berlangsung di Aceh Tamiang, di mana Prabowo Subianto menerima laporan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. 'Saya sudah dilaporkan Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan pejabat lain, bagaimana mekanisme kalau ada pihak yang tulus dan ikhlas mau membantu,' katanya.
Prabowo menekankan pentingnya waktu dan cara penyaluran bantuan yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. 'Kita sebagai manusia, masa menolak bantuan, asal jelas,' tambahnya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menerima bantuan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Prosedur Penyaluran Bantuan
Untuk memfasilitasi diaspora yang ingin membantu, Prabowo menginstruksikan agar mereka membuat surat pengajuan bantuan. 'Bikin surat, saya ingin sumbang ini, dilaporkan ke pemerintah pusat, kita akan salurkan,' paparnya.
Lebih lanjut, Prabowo memastikan bahwa semua bantuan akan disalurkan kepada korban bencana melalui pemerintah. 'Jadi, misalkan ada diaspora Aceh yang merasa terpanggil membantu di Aceh, monggo, silakan. Nanti kita salurkan,' imbuhnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka rekening khusus yang bisa digunakan untuk mengumpulkan sumbangan. 'Mekanisme kita serahkan, mungkin nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, atau Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana,' ungkapnya.
Keikhlasan dalam Memberikan Bantuan
Prabowo juga mengingatkan agar pemberi bantuan melakukannya dengan niat yang tulus, tanpa embel-embel atau syarat tertentu. 'Orang atau pihak yang memberikan bantuan harus ikhlas dan tidak memiliki embel-embel atau syarat di kemudian hari,' jelasnya.
Pengalaman masa lalu juga disoroti, di mana bantuan yang diterima tidak selalu berjalan mulus. 'Karena kita pernah mengalami dibantu, tapi ada juga yang menagih,' tuturnya, menunjukkan pentingnya keikhlasan dalam setiap bantuan yang diberikan.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: