Algoritma media sosial yang dirancang untuk menambah keterlibatan pengguna bisa berimbas negatif pada suasana hati mereka. Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari bagaimana interaksi mereka dengan konten bisa memicu perasaan sedih dan cemas.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Banyak yang mungkin merasa emosional setelah menghabiskan waktu di platform sosial, dan penelitian mengungkapkan bahwa algoritma di balik layar berkontribusi pada emosi negatif yang dihasilkan.
Mengapa Algoritma Media Sosial Bisa Memicu Kesedihan?
Algoritma media sosial dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dengan menampilkan konten yang dianggap menarik bagi pengguna. Namun, hal ini sering kali bergantung pada perilaku pengguna sebelumnya, yang sering mencakup postingan negatif.
Kondisi ini menciptakan lingkaran setan di mana pengguna terpapar semakin banyak konten yang dapat membangkitkan emosi cemas dan sedih. Misalnya, jika seseorang sering berinteraksi dengan artikel berita duka, algoritma akan terus menyediakan berita serupa.
Lebih jauh lagi, interaksi sosial yang terbatas di dunia nyata mendorong ketergantungan terhadap media sosial guna menjalin koneksi emosional. Melihat teman yang tampak bahagia dapat memicu perasaan rendah diri di pengguna lain.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dampak Kesehatan Mental Akibat Paparan Media Sosial
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan bisa berkontribusi pada masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Hal ini terkait erat dengan perbandingan diri pengguna dengan orang lain berdasarkan konten yang mereka lihat.
Misalnya, seseorang mungkin merasa harus tampil sempurna di media sosial, yang pada gilirannya menyebabkan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Realitas yang terlihat di media sosial jarang mencerminkan kehidupan nyata pengguna.
Beberapa studi bahkan menemukan bahwa waktu yang dihabiskan di media sosial berhubungan langsung dengan peningkatan gejala depresi. Rasanya tersisih akibat kurangnya suka atau komentar pada postingan juga bisa menjadi pemicu stres dan kesedihan.
Mengatasi Dampak Negatif dari Media Sosial
Kesadaran akan pengaruh negatif algoritma media sosial pada emosi sangat penting. Pengguna disarankan untuk membatasi waktu penggunaan media sosial dan lebih fokus pada konten yang positif dan mendukung kesehatan mental.
Mengatur feed untuk mengikuti akun-akun yang memberikan dampak positif bisa membantu. Mencari konten berkaitan dengan kesehatan mental atau kebahagiaan dapat membuat pengalaman berselancar menjadi lebih baik.
Berinteraksi dengan teman-teman dan berpartisipasi dalam aktivitas fisik juga dapat menjadi alternatif yang menyenangkan untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial, serta memberikan kebahagiaan yang lebih nyata.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: