Sebuah speedboat yang mengangkut 21 penumpang terbalik di Tanjung Andei, Kepulauan Yapen, Papua, akibat gelombang tinggi dan badai. Insiden yang terjadi pada Rabu malam ini menyisakan 18 penumpang yang dinyatakan hilang dan tengah dicari.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Dari laporan awal, hanya tiga orang berhasil diselamatkan dari kecelakaan tersebut. Tim SAR sepenuhnya bertanggung jawab untuk melanjutkan pencarian terhadap penumpang yang masih hilang.
Rincian Kejadian
Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, menyampaikan bahwa speedboat fiberglas bermesin 40 PK itu berangkat dari Kota Serui menuju Kampung Waindu sekitar pukul 16.30 WIT.
Dalam perjalanan, speedboat tersebut diterjang oleh angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu sekitar pukul 20.00 WIT.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Proses Pencarian
Tim SAR menerima laporan resmi atas insiden ini pada Kamis sore setelah mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar.
Dari tiga penumpang yang berhasil ditemukan selamat, pencarian untuk 18 orang yang masih hilang terus dilakukan oleh tim penyelamat.
Keterlibatan Tim SAR Gabungan
Kundori menambahkan bahwa operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk tim SAR gabungan dari TNI AU, TNI AL, aparat kepolisian, serta masyarakat umum.
Sejak menerima laporan, tim SAR gabungan telah beranjak ke lokasi yang diperkirakan dengan menggunakan KN SAR Wibisana 243 dan melakukan penyisiran dari laut serta pencarian melalui udara menggunakan pesawat.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: