Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:55 WIB

Kebijakan Baru Maskapai: Pembatasan Penggunaan Power Bank demi Keamanan Penerbangan

Author

Kebijakan Baru Maskapai: Pembatasan Penggunaan Power Bank demi Keamanan Penerbangan

Beberapa maskapai terkenal kini memberlakukan aturan ketat terkait penggunaan power bank selama penerbangan. Hal ini seiring dengan meningkatnya insiden kebakaran yang melibatkan baterai lithium-ion.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Maskapai seperti AirAsia, Lion Air, dan Singapore Airlines telah merumuskan kebijakan baru untuk melindungi keselamatan penumpang di udara.

Dasar Kebijakan Larangan

Baterai lithium-ion yang umum digunakan dalam power bank diketahui memiliki risiko tinggi terkait kebakaran. Permasalahannya bisa muncul dari berbagai faktor seperti kesalahan pengguna, kerusakan perangkat, hingga perangkat yang menua.

Data dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari 500 insiden yang melibatkan baterai lithium terjadi dalam dua dekade terakhir. Insiden tersebut meliputi asap, kebakaran, dan suhu ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Kebijakan Maskapai Penerbangan

AirAsia menetapkan bahwa penumpang hanya diperbolehkan membawa power bank dengan kapasitas maksimum 100 watt-jam (Wh) atau 20.000 miliampere-jam (mAh). Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko terkait baterai selama penerbangan.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Sementara itu, Lion Air juga memberlakukan peraturan serupa, melarang penggunaan power bank yang melebihi kapasitas 100 Wh dan membatasi dua unit per penumpang. Power bank harus tetap dalam pengawasan dan tidak boleh terhubung ke perangkat elektronik selama penerbangan.

Dalam langkah lebih ketat, Thai Airways dan sejumlah maskapai Korea Selatan melarang sepenuhnya penggunaan power bank serta pengisian daya selama penerbangan. Keputusan ini muncul setelah laporan mengenai kebakaran terkait power bank dalam penerbangan internasional.

Dampak Kebijakan Global

Singapore Airlines mengambil langkah lebih lanjut dengan melarang penumpang untuk mengisi daya perangkat mereka menggunakan power bank, termasuk melalui port USB di pesawat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan saat terbang.

Hong Kong Airlines juga mengikuti jejak tersebut dengan melarang penggunaan power bank menyusul insiden kebakaran dalam pesawat mereka. Emirates turut menerapkan larangan yang efektif mulai 1 Oktober 2025, menyatakan bahwa power bank boleh dibawa tetapi penggunaannya harus dilarang.

EVA Air, maskapai dari Jepang, telah melarang charger portable di dalam pesawat dan meminta agar power bank dibawa dalam bagasi kabin dengan cara yang aman untuk mencegah kerusakan.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU