Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 15:22 WIB

Jaksa Agung Berkomitmen Tegas Terhadap Oknum Korup

Author

Jaksa Agung Berkomitmen Tegas Terhadap Oknum Korup

Jaksa Agung menegaskan komitmennya untuk bertindak tegas terhadap oknum jaksa yang terlibat dalam praktik suap dan pemerasan. Langkah ini diambil untuk memperkuat integritas institusi hukum di Indonesia.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.

Menindaklanjuti Dugaan Korupsi di Kejaksaan

Anang Supriatna menjelaskan bahwa Jaksa Agung tidak akan memberikan intervensi dalam kasus dugaan suap dan pemerasan. Ini menjadi momentum bagi Kejaksaan Agung untuk melakukan evaluasi sistem pengawasan internal.

Salah satu kasus yang saat ini ditangani adalah dugaan penerimaan uang sebesar Rp840 juta oleh mantan Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang, Padeli. Kasus ini kini telah diserahkan kepada Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

Proses penanganan kasus ini dilakukan secara berjenjang dan profesional untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penegakan hukum.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Kerjasama dengan KPK

Kejaksaan Agung juga berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani dugaan korupsi di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara. Penyerahan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara kepada KPK menjadi salah satu langkah penting.

Anang menyatakan bahwa penyerahan ini menunjukkan sikap kooperatif Kejaksaan Agung dalam mendukung langkah-langkah penegakan hukum. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersih-bersih internal untuk menjaga marwah dan integritas Korps Adhyaksa.

Dampak Terhadap Publik dan Hukum

Kejaksaan Agung berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan dengan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum jaksa. Keberanian untuk menegakkan hukum di internal institusi ini menjadi sangat penting.

Anang menegaskan bahwa nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas harus dijunjung oleh setiap pelaku dalam penegakan hukum. Kasus ini menjadi sinyal bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan koruptif.

Dalam jangka panjang, tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa hukum ditegakkan dengan adil.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU