Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dibuka kembali. Permintaan ini muncul di tengah krisis sampah yang melanda kota tersebut.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Situasi semakin mendesak, dengan tumpukan sampah yang menggunung tampak di jalan-jalan utama serta lingkungan sekitar TPA Cipeucang, menunjukkan perlunya penanganan segera.
Permintaan Mendesak Menteri Lingkungan Hidup
Dalam pertemuannya dengan Wali Kota Tangsel, Hanif menekankan, "Kami minta penanganan sampah di Kota kembali dilakukan di Cipeucang sambil penataan dilakukan." Ia menggarisbawahi pentingnya pengelolaan limbah yang lebih efektif di seluruh unit sampah yang tersedia.
Menariknya, Hanif juga mencatat bahwa kapasitas TPA Cipeucang terbatas, hanya mampu menampung maksimal 400 ton sampah setiap harinya. Namun, Kota Tangerang Selatan menghasilkan hampir 1.100 ton sampah per hari, meninggalkan 600 ton yang harus dikelola segera.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Rencana Wali Kota untuk Infrastruktur dan Penanganan Sampah
Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Selatan, menyatakan bahwa dia akan melakukan tinjauan ke lokasi TPA Cipeucang sebelum keputusan untuk membukanya kembali diambil. Dia mengatakan, "Kami sudah bisa membuang sampah ke Cipeucang itu mulai hari ini. Tapi nanti kita lihat kondisi di lapangan."
Wali kota menambahkan bahwa saat ini fokus mereka adalah pada pembangunan infrastruktur, termasuk akses jalan menuju TPA Cipeucang. Pembangunan jalan ini dikerjakan oleh Dinas PU dan diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Dampak Penutupan TPA Cipeucang dan Upaya Penanganan
Sejak ditutup pada 10 Desember 2025, TPA Cipeucang telah meninggalkan dampak signifikan. Banyak sampah ditemukan berserakan di jalan-jalan dan pemukiman, dengan kawasan Ciputat menjadi lokasi yang paling terlihat parah.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah melakukan penataan area sekitar TPA termasuk pembuatan terasering untuk menangani krisis limbah di wilayah tersebut.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: