Kementerian Kesehatan Indonesia tengah mempersiapkan vaksin heksavalen, sebuah inovasi yang diharapkan menjadi solusi dalam program imunisasi anak. Vaksin ini dirancang untuk mencegah enam penyakit berbahaya hanya dengan satu suntikan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Dikenal dengan nama DPT-Hb-Hib-IPV, vaksin ini akan diberikan pada anak-anak berusia dua, tiga, dan empat bulan. Dengan peluncuran ini, diharapkan bisa mengurangi beban jumlah suntikan yang diperlukan.
Inovasi Vaksin Heksavalen
Vaksin heksavalen merupakan kombinasi dari dua vaksin yang sudah ada sebelumnya, yaitu DPT-Hb-Hib (pentavalen) dan IPV (polio). Dengan adanya penggabungan ini, Kemenkes berharap anak-anak tidak perlu lagi menerima dua suntikan terpisah untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal.
Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes RI, menyebutkan, "Isi vaksinnya bukan hal yang baru, cuma pemberiannya itu dicarikan terobosan. Sehingga diharapkan lebih mudah pemberiannya pada anak-anak. Yang awalnya dari dua suntikan, menjadi satu suntikan." Ini menciptakan efisiensi dalam proses imunisasi.
Pengembangan vaksin ini menunjukkan komitmen Kemenkes untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan mempercepat pembentukan kekebalan di masyarakat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Penanganan Enam Penyakit Berbahaya
Vaksin heksavalen mampu mencegah enam penyakit, yaitu difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenzae type B. Setiap penyakit ini memiliki risiko tinggi untuk menimbulkan komplikasi serius.
Komplikasi seperti radang selaput otak dan pneumonia dapat terjadi jika penyakit tersebut tidak ditangani dengan baik. Hal ini semakin menegaskan pentingnya vaksinasi bagi anak-anak.
Dengan adanya inovasi ini, Kemenkes berharap dapat meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya imunisasi dan keikutsertaan mereka dalam program ini.
Pelaksanaan dan Cakupan Vaksinasi
Saat ini, pelaksanaan program imunisasi heksavalen sudah berjalan di sembilan provinsi, seperti Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa wilayah di Papua. Program ini dilaksanakan secara bertahap, dengan target menjangkau seluruh Indonesia hingga tahun 2026.
Vaksinasi dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan posyandu. Orang tua diharuskan membawa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk memantau kemajuan imunisasi anak.
Targetnya adalah meningkatkan cakupan imunisasi dan menarik lebih banyak orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam kesehatan anak mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: