Senin, 22 DESEMBER 2025 • 11:47 WIB

Tragisnya Kecelakaan Bus di Tol Semarang: Fakta dan Temuan Awal

Author

Tragisnya Kecelakaan Bus di Tol Semarang: Fakta dan Temuan Awal

Kecelakaan bus yang melibatkan PO. Cahya Trans di exit tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin dini hari, mengakibatkan 16 orang tewas dan satu lainnya terluka ringan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Peristiwa ini tampaknya bukan sekadar kecelakaan biasa, mengingat status hukum kendaraan yang dipertanyakan dan kecepatan tinggi yang dianggap faktor penyebab utama.

Rincian Kecelakaan

Bus yang terlibat kecelakaan berangkat dari Jatiasih, Bekasi, menuju D.I Yogyakarta dengan 33 penumpang di dalamnya. Ketika bus melaju dengan kecepatan tinggi, sopir kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terguling.

Akibat insiden ini, tidak hanya 16 orang meninggal dunia, tetapi juga terdapat satu penumpang mengalami luka ringan. Bus tersebut menderita kerusakan parah di bagian belakang dan samping akibat benturan yang hebat.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Masalah Keamanan dan Status Hukum

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengungkapkan fakta bahwa bus tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata atau angkutan umum antarkota (AKAP). Menurut aplikasi MitraDarat, pengujian berkala terakhir dilakukan pada 3 Juli 2025, tetapi hasil rampchek pada 9 Desember 2025 menyatakan kendaraan tersebut 'Tidak Laik Jalan'.

Dengan kondisi ini, kendaraan tersebut seharusnya tidak dioperasikan. Polisi, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah sedang mendalami rincian lebih lanjut mengenai insiden ini.

Risiko dan Tanggung Jawab

Kementerian Perhubungan mengeluarkan imbauan kepada semua pemilik perusahaan bus untuk memastikan bahwa armada yang digunakan memenuhi standar teknis kelaikan jalan. Mereka harus melengkapi semua persyaratan administrasi yang sesuai dengan perizinan yang berlaku.

Aan Suhanan menekankan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan sebelum beroperasi, juga memastikan kesehatan pengemudi, ketersediaan pengemudi cadangan, serta pemahaman risiko dan rute perjalanan yang dilalui. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU