Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 20:33 WIB

Masalah Gigi dan Mulut: Isu Kesehatan Utama di Indonesia

Author

Masalah Gigi dan Mulut: Isu Kesehatan Utama di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini mengungkapkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut telah menjadi salah satu perhatian utama di Indonesia.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Data menunjukkan bahwa penyakit gigi dan mulut masuk dalam lima besar penyakit yang terdeteksi dalam program cek kesehatan gratis.

Penyakit Gigi dan Mulut dalam Angka

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, dr Elvieda Sariwati, menyatakan bahwa sebanyak 63,5 juta jiwa telah menjalani program cek kesehatan gratis (CGK).

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa satu dari dua peserta CGK mengalami masalah gigi, mulai dari gigi berlubang hingga gigi goyang.

Peningkatan prevalensi masalah ini terjadi seiring bertambahnya usia, memberikan dampak signifikan pada kelompok yang lebih tua.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dampak Ekonomi dari Masalah Gigi dan Mulut

Data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperkirakan bahwa biaya yang diperlukan untuk penanganan masalah gigi bisa mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun 2030.

Angka ini menunjukkan beban yang semakin meningkat pada sistem kesehatan, dan merupakan tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang memadai.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Usman Sumantri, menambahkan bahwa sekitar 82% masyarakat Indonesia memiliki masalah karies gigi, sementara 74,1% lainnya menderita penyakit periodontal.

Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Kesehatan Gigi

Pemerintah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut melalui empat pilar rencana aksi nasional, di antaranya tata kelola dan promosi kesehatan.

Kemenkes juga telah menyediakan bahan ajar yang terintegrasi dengan kurikulum di sekolah-sekolah, termasuk untuk penyandang disabilitas.

Lebih dari 300.000 posyandu dengan 1,5 juta kader turut dikerahkan untuk mendukung kesehatan masyarakat secara langsung.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU