PT Pertamina (Persero) berhasil menyalurkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Takengon, Aceh Tengah, dengan menggunakan metode transportasi multi-moda. Meskipun jalan terhambat akibat kerusakan paska bencana, pasokan ini memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Mobil tangki BBM Pertamina tiba di Takengon pada Jumat, 19 Desember 2025, setelah menempuh jalur udara dan darat. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi di tengah tantangan yang ada.
Pengangkutan BBM Melalui Jalur Udara
Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina, menjelaskan bahwa pengiriman BBM dilakukan dari Integrated Terminal Medan. Pengangkutan dilakukan menggunakan pesawat Air Tractor yang mengangkut BBM dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.
Setelah tiba di Bandara Rembele, BBM langsung dipindahkan ke mobil tangki berukuran medium sebesar 8.000 kiloliter (KL) untuk distribusi lebih lanjut ke lokasi-lokasi yang memerlukan.
Proses ini menunjukkan langkah cepat Pertamina dalam menyikapi situasi darurat yang dihadapi oleh masyarakat di Takengon.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Rincian Distribusi BBM
Total sebanyak 29.500 liter BBM telah berhasil disalurkan ke Takengon. Dari jumlah tersebut, 13.500 liter akan dialokasikan untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Sisa BBM yang ada akan digunakan untuk posko penanganan darurat yang dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kodim.
Menurut Fahrougi, proses distribusi dari Bandara Rembele menuju Aceh Tengah memerlukan waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalur yang relatif aman.
Upaya Pertamina untuk Mempertahankan Pasokan
Pertamina terlibat aktif dalam menjaga ketersediaan pasokan BBM ke daerah-daerah terisolir. Meskipun ada beberapa jalur yang terputus akibat longsor, mereka terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak berwenang.
Setelah perbaikan, Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan Lhokseumawe dan Bireuen kini berfungsi kembali, meskipun jalur-jalur lain masih membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Fahrougi menambahkan, 'Kami berharap masyarakat tetap sabar dan mendukung upaya kami dalam menyalurkan energi.'
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: