Banjir bandang yang menerjang objek wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal mengakibatkan kerusakan parah, termasuk hilangnya kolam air panas dan jembatan.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa hujan intens yang berkepanjangan menjadi penyebab meluapnya aliran sungai di kawasan tersebut.
Kronologi Kejadian Banjir Bandang
Banjir bandang melanda Guci pada Sabtu, 20 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras yang bertahan lama mengguyur wilayah tersebut, yang akhirnya memicu meluapnya aliran Sungai Gung.
Suharyanto menyatakan bahwa ketinggian air yang ekstrem berakibat pada tertimbunnya kolam air panas Pancuran 13 serta jembatan di sekitarnya.
Ia mengungkapkan, "Kolam air panas Pancuran 13 RB tergerus banjir, 13 jembatan RB hilang, beberapa pipa aliran air hanyut terbawa arus."
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Dampak dan Tindakan Responsif
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pihak pengelola wisata terpaksa menutup sementara lokasi untuk tindakan pemulihan dan pendataan lebih lanjut.
"Korban jiwa nihil," tegas Suharyanto, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan pengunjung.
Namun, area yang terimbas masih dalam kondisi rawan, dengan material lumpur dan pasir yang menutup sebagian besar kawasan wisata, menyulitkan proses pemulihan.
Himbauan kepada Warga Sekitar
Sebagai langkah antisipasi, BNPB mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Gung, dari Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga Pantura, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Saat ini, kondisi Sungai Gung mulai menunjukkan tanda-tanda surut, namun masyarakat diingatkan agar tetap berhati-hati terhadap potensi bencana di masa mendatang.
"Masyarakat tetap diminta untuk waspada," ungkap Suharyanto, menegaskan pentingnya kesiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana selanjutnya.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: