Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 14:12 WIB

Menariknya Potensi Aromatik Kentut Terhadap Kesehatan Otak

Author

Menariknya Potensi Aromatik Kentut Terhadap Kesehatan Otak

Sebuah studi terbaru dari Johns Hopkins Medicine menunjukkan bahwa menghirup aroma kentut mungkin memiliki manfaat bagi kesehatan otak. Fokus penelitian ini terletak pada hidrogen sulfida, gas yang berperan dalam komunikasi sel-sel otak.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Walaupun penelitian ini masih dalam tahap awal, hasil yang diperoleh telah membuka perspektif baru terhadap sifat medis dari gas yang selama ini dianggap menjijikkan.

Hidrogen Sulfida: Sebuah Pesan Positif

Hidrogen sulfida sering kali dikenal sebagai gas beracun jika berada dalam konsentrasi tinggi, tetapi keberadaannya dalam kadar rendah dapat memberikan manfaat. Gas ini dihasilkan secara alami oleh tubuh dan dikatakan berperan penting dalam proses komunikasi sel.

Dr. Bindu Paul, penulis utama studi ini, menjelaskan, "Data terbaru kami menunjukkan adanya kaitan kuat antara penuaan, kerusakan saraf, dan sinyal sel yang melibatkan hidrogen sulfida." Temuan tersebut menandakan adanya potensi positif gas ini terhadap fungsi kognitif.

Para peneliti menemukan bahwa hidrogen sulfida dapat melindungi sel-sel otak, yang relevan dalam upaya memperlambat penurunan fungsi kognitif, terutama pada pasien Alzheimer.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Percobaan Inovatif pada Tikus Modifikasi Genetik

Studi ini melibatkan penelitian pada tikus yang dimodifikasi genetik untuk menyerupai kondisi Alzheimer. Para ilmuwan memberikan senyawa bernama NaGYY yang secara bertahap melepaskan hidrogen sulfida ke dalam tubuh tikus.

Setelah melakukan pengamatan selama 12 minggu, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa tikus yang terpapar senyawa tersebut mengalami peningkatan daya ingat dan kemampuan motorik hingga 50 persen dibandingkan dengan tikus kontrol.

"Hasil penelitian menunjukkan gejala perilaku Alzheimer dapat dibalikkan dengan memperkenalkan hidrogen sulfida," tulis tim peneliti dari Johns Hopkins.

Peluang dan Tantangan di Masa Depan

Meskipun hasil penelitian ini menggembirakan, para ilmuwan mengingatkan bahwa penelitian masih berada di tahap awal dan belum bisa dipastikan efek yang sama pada manusia. Peneliti terus menggali interaksi antara senyawa sulfur dan protein tertentu di otak, termasuk GSK3β, yang mempengaruhi perkembangan Alzheimer.

Daniel Giovinazzo, mahasiswa doktoral yang berpartisipasi dalam penelitian ini, menyatakan, "Memahami rangkaian proses ini sangat penting untuk merancang terapi yang bisa menghambat perkembangan Alzheimer di masa depan."

Sekalipun menghirup kentut tidak dapat dijadikan pengobatan medis secara langsung, penemuan ini mengingatkan akan potensi besar zat-zat yang tampaknya sepele di dunia medis.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU