Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan jaksa di Banten pada Jumat dini hari, 19 Desember 2025.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Pengambilalihan ini dilakukan setelah KPK mengungkap kasus melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung di Banten pada Rabu, 17 Desember 2025.
Proses Penanganan Kasus
Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan KPK, mengungkapkan bahwa penyerahan kasus ini merupakan bagian dari kerja sama dalam pemberantasan korupsi antara KPK dan Kejaksaan Agung.
Ia menyatakan, 'Bahwa terkait dengan koordinasi kemudian juga dalam rangka kolaborasi penanganan tindak pidana korupsi antara KPK dengan Kejagung, kami telah melakukan penyerahan, penyerahan orang dan juga barang bukti yang kami tangkap.'
Kejagung sebelumnya sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) pada hari yang sama saat OTT dilakukan, menandakan respons cepat terhadap temuan yang ada.
Mereka kemudian menetapkan pihak-pihak yang ditangkap sebagai tersangka untuk langkah hukum lebih lanjut.
Komitmen Kejaksaan Agung
Sarjono Turin, Plt Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen, menegaskan bahwa Kejagsaan Agung memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan kasus ini.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Ia menjelaskan, 'Kita tidak ada, saling paling hebat, itu tidak ada. Pokok sama penegakan hukum. Ya, bersinergi tadi.'
Kejagung berkomitmen untuk mendalami lebih lanjut semua bukti dan informasi yang dihimpun oleh KPK selama OTT.
Hal ini menunjukkan upaya bersama dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum.
Rincian Operasi Tangkap Tangan
Dalam Operasi Tangkap Tangan yang dilaksanakan KPK pada 17 Desember 2025, sembilan orang berhasil diamankan, termasuk satu jaksa dan dua penasihat hukum.
KPK juga menyita uang tunai sebesar Rp 900 juta yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa kesembilan orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.
Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat keterlibatan langsung para penegak hukum dalam dugaan korupsi.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: