Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 13:01 WIB

Waspada Leptospirosis Pasca Bencana: Peringatan dari Kemenkes

Author

Waspada Leptospirosis Pasca Bencana: Peringatan dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan untuk waspada terhadap leptospirosis pascabencana, terutama setelah banjir dan tanah longsor. Penyakit ini berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan cepat, padahal gejala awalnya sering kali mirip dengan demam biasa.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, mengingatkan bahwa leptospirosis sering kali tidak disadari di awal kemunculannya. "Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berat hingga kematian" jika terlambat ditangani.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang biasanya ditularkan melalui urin hewan terinfeksi, terutama tikus. Penularan ini dapat terjadi melalui air, lumpur, tanah, atau makanan yang terkena kontaminasi, yang kerap ditemukan di lingkungan pascabencana.

Kemenkes menekankan bahwa sanitasi yang buruk dan peningkatan populasi tikus setelah banjir menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan leptospirosis. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk melindungi diri dari infeksi dengan menggunakan peralatan pelindung saat beraktivitas di area yang tercemar.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Gejala dan Tindakan yang Perlu Diambil

Gejala awal leptospirosis sering kali ringan dan mirip dengan demam biasa, termasuk demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mata merah. Murti Utami mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala ini, terutama setelah terpapar air banjir atau lumpur.

"Jangan menunggu sampai kondisi memburuk," tegasnya. Segera memeriksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut sangat disarankan untuk menghindari komplikasi serius.

Strategi Pencegahan dan Penanganan

Kementerian Kesehatan juga meminta agar fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan dengan menjadikan leptospirosis sebagai diagnosis banding untuk kasus demam akut. Ini penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan.

Penguatan surveilans penyakit juga menjadi perhatian utama, dengan Dinas Kesehatan di daerah diminta untuk memantau tren kasus dan melakukan pelaporan cepat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Penggunaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat masyarakat sangat ditekankan sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU