Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 17:27 WIB

Usulan Prabowo untuk Swasembada Energi di Papua Melalui Pertanian

Author

Usulan Prabowo untuk Swasembada Energi di Papua Melalui Pertanian

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penanaman kelapa sawit dan tebu di Papua sebagai langkah menuju swasembada energi di daerah tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Papua pada pasokan bahan bakar minyak dari luar daerah.

Potensi Energi Papua dan Usulan Penanaman

Prabowo menjelaskan bahwa Papua memiliki sumber energi yang sangat melimpah. "Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua," ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan kepala daerah se-Papua, Prabowo menekankan teknologi tenaga surya dan hidro sebagai solusi untuk daerah terpencil. "Teknologi tenaga surya sekarang sudah semakin murah dan ini bisa untuk mencapai daerah-daerah terpencil, juga tenaga hidro sekarang ada hidro-hidro yang mini yang bisa juga dipakai di daerah yang terpencil," tambahnya.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Rencana Swasembada Energi dalam Lima Tahun

Prabowo berharap dalam lima tahun ke depan, semua daerah di Indonesia, termasuk Papua, dapat mencapai swasembada energi. "Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol," jelasnya.

Upaya ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mencapai kemandirian energi dan pangan di setiap daerah. Prabowo optimis bahwa dengan penanaman tanaman tersebut, setiap daerah dapat berdiri di atas kaki sendiri.

Dampak Ekonomi dari Swasembada Energi

Prabowo mengungkapkan potensi penghematan besar yang dapat dicapai jika Indonesia berhasil swasembada energi. "Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk impor BBM. "Menteri ESDM berapa impor kita BBM dari luar? Rp 520 triliun, bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp 250 triliun," ujarnya. Prabowo percaya jika langkah ini diambil, setiap kabupaten dapat memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU