TNI Angkatan Udara mengirimkan pesawat Hercules untuk membawa bantuan penting ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, usai bencana alam yang mengguncang wilayah tersebut.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Pengiriman ini mencakup sling baja seberat 6 ton, genset, dan bantuan pangan untuk mendukung masyarakat yang terkena dampak.
Pengiriman Bantuan Melalui Pesawat Hercules
Pada Senin, 15 Desember 2025, pesawat C-130 Super Hercules melakukan pengiriman bantuan dari Lanud Soewondo di Medan menuju Bandara Rembele di Aceh.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa pengiriman sling baja bertujuan untuk mendukung akses transportasi yang terputus.
"Dengan demikian akses transportasi dapat kembali dibuka dan mobilitas masyarakat berangsur normal," ujarnya.
Langkah ini dianggap sangat strategis dalam pemulihan infrastruktur vital bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan Lainnya Selain Sling Baja
Pesawat Hercules tersebut tidak hanya membawa sling baja, tetapi juga 50 set generator genset.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Genset ini diharapkan dapat memastikan pasokan listrik bagi masyarakat yang berada di lokasi bencana.
"Pesawat ini turut membawa bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," tambah I Nyoman.
Dengan perhatian yang besar terhadap kebutuhan dasar, pengiriman ini bertujuan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan.
Distribusi dan Harapan untuk Pemulihan
Setelah tiba di Rembele, personel TNI AU segera mendistribusikan bantuan ke lokasi-lokasi yang memerlukan.
Ini merupakan langkah cepat untuk memastikan bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
"Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak," papar I Nyoman.
Pemulihan kini dapat dimulai sekitar dua minggu setelah terjadinya bencana, berkat bantuan yang tepat waktu dari TNI AU.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: