Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 17:36 WIB

TikTok Hapus Ribuan Video Judi dan Penipuan di Indonesia

Author

TikTok Hapus Ribuan Video Judi dan Penipuan di Indonesia

TikTok baru saja melaporkan penghapusan ratusan ribu video terkait perjudian dan penipuan pada tahun 2025, dengan total mencapai 600 ribu konten yang dihapus dari platformnya.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers mengenai keamanan digital di Jakarta.

Langkah TikTok Dalam Menanggulangi Konten Negatif

Hilmi mengungkapkan bahwa lebih dari 424 ribu video berkaitan dengan perjudian online telah dihapus pada paruh pertama tahun 2025. Tak hanya itu, TikTok juga menghapus lebih dari 1,6 juta komentar yang mempromosikan perjudian.

Masalah perjudian bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi TikTok, namun juga penipuan online yang semakin meningkat. Hilmi menegaskan, 'Dan bicara tentang keamanan digital, tidak hanya judul online, tapi juga ada isu lainnya yaitu isu penipuan online.'

Dia menjelaskan bahwa penipuan online menjadi tantangan yang semakin besar seiring dengan meningkatnya cara pelaku kejahatan menggunakan platform digital. Hal ini menjelaskan mengapa TikTok mengambil langkah serius dalam menangani isu-isu tersebut.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Statistik Mengenai Penipuan Online di Indonesia

Sepanjang paruh pertama 2025, TikTok berhasil menghapus 232 ribu konten yang terindikasi penipuan. Selain itu, lebih dari 180 ribu iklan berbayar yang dianggap mengandung unsur penipuan juga telah diidentifikasi dan dihapus.

Hilmi memaparkan situasi yang mengkhawatirkan, di mana setiap harinya terdapat sekitar 700-800 korban penipuan online di Indonesia. Angka ini menunjukkan tingkat penipuan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Masyarakat umum bukan satu-satunya yang menjadi korban, tetapi perhatian juga harus diberikan kepada lembaga keuangan dan berbagai influencer. Ini menunjukkan bahwa penipuan online dapat menargetkan hampir semua lapisan masyarakat.

Kolaborasi untuk Menghadapi Penipuan Online

Hilmi menegaskan bahwa isu penipuan online adalah tantangan yang tidak bisa ditangani oleh satu platform saja. 'Ini adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita harus berjalan bersama-sama,' tegasnya.

Merespons eskalasi ancaman digital, TikTok memutuskan untuk memperkuat inisiatif keamanan digitalnya dengan melipatgandakan usaha kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ini diharapkan akan memperkuat perlindungan bagi pengguna dari ancaman penipuan online.

Keterlibatan berbagai pihak dianggap sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna TikTok di Indonesia.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU