Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 12:48 WIB

Penyaluran 125 Ribu Pakaian Reject untuk Warga Terdampak Bencana

Author

Penyaluran 125 Ribu Pakaian Reject untuk Warga Terdampak Bencana

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan penyaluran 125 ribu pakaian reject kepada warga yang terdampak bencana, disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Usulan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami dampak bencana sekaligus mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan.

Usulan Penyaluran Pakaian Reject

Dalam Sidang Kabinet yang berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025, Tito Karnavian mengusulkan penyaluran 125 ribu pakaian reject yang tidak bisa diekspor. Perusahaan garmen besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) siap menyalurkan pakaian tersebut, di mana dua perusahaan telah menyiapkan masing-masing 100 ribu dan 25 ribu potong.

"Kami mohon dukungan dari Bapak Menteri Keuangan dan juga Bapak Menteri Perdagangan supaya bisa dikirimkan secepat mungkin 125 ribu pakaian ini," ujar Tito saat melaporkan kepada Presiden Prabowo.

Usulan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat yang terkena dampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Respons Presiden Prabowo

Presiden Prabowo memberikan sambutan positif terhadap usulan tersebut, menyetujui pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk bantuan pakaian gagal ekspor. "Saya kira bagus itu," ungkap Prabowo, menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang efisien dan tepat sasaran.

Ia juga menegaskan agar bantuan tersebut dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri yang bertanggung jawab atas distribusi bantuan ke daerah terdampak.

Alokasi Anggaran untuk Penanganan Bencana

Tito juga menginformasikan bahwa pemerintah telah menambah alokasi anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 268 miliar. Alokasi ini mencakup Rp 60 miliar untuk tiga provinsi yang terdampak serius dan Rp 208 miliar untuk 52 kabupaten dan kota.

Pemerintah daerah telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, seperti pakaian, sabun, sampo, serta perlengkapan bayi.

Saat ini, bantuan solidaritas dari daerah lain mencapai Rp 46 miliar, terdiri dari dana langsung dan dukungan berupa tenaga medis, obat-obatan, makanan, dan pakaian yang sudah dikirim ke daerah paling parah terkena bencana, termasuk Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU