Senin, 15 DESEMBER 2025 • 13:23 WIB

Percepatan Proses Merger BUMN oleh BPI Danantara

Author

Percepatan Proses Merger BUMN oleh BPI Danantara

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mempercepat proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk rampung pada tahun 2026, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pada 2027.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menegaskan bahwa selama proses merger ini tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan.

Realisasi Proses Merger BUMN

Bhimo Aryanto menjelaskan bahwa merger awalnya dirancang untuk selesai pada 2027, tetapi dipercepat menjadi 2026. Hal ini dilakukan karena waktu yang terbatas dan kebutuhan untuk segera mengoptimalkan kinerja BUMN.

"Yang harusnya selesai di 2027 kita shorten menjadi 2026... Karena kita tahu waktu kita tidak banyak, waktu kita terbatas," ujarnya dalam acara Forum Pemimpin Publik dan Bisnis: Outlook & Tantangan 2026.

Danantara berencana untuk melakukan konsolidasi terhadap 1.067 perusahaan, dengan target akhir menjadi sekitar 250 BUMN dan anak perusahaan yang lebih efisien.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Kebijakan Tanpa PHK Selama Merger

Selama proses merger, Bhimo menegaskan bahwa tidak akan terjadi PHK. Ia menjelaskan, "Ada caranya, karena kalau kita melakukan Golden Shakehand harusnya IRR (Internal Rate of Return)-nya juga cukup bagus, jadi tidak harus lay-off, kita bisa melakukan realokasi resources seperti itu."

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kestabilan tenaga kerja di perusahaan milik negara, meskipun ada pengurangan jumlah perusahaan dan efisiensi di dalam struktur organisasi.

Pengurangan akan meliputi pengurangan jumlah dewan direksi dan dewan komisaris untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN.

Daftar BUMN yang Akan Digabung

Berdasarkan informasi terkini, terdapat beberapa BUMN yang akan digabung dalam proses konsolidasi ini, antara lain Pelindo, Pelni, dan ASDP.

Hasil merger ini mencakup penyatuan KAI dengan INKA, serta penggabungan PTPN dengan Perhutani.

Selain itu, tujuh BUMN Karya akan disederhanakan menjadi tiga, dengan penggabungan Waskita Karya Tbk dengan Hutama Karya, dan lainnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU