Jeda karier atau 'career break' di kalangan perempuan kini semakin menjadi hal yang umum di Indonesia. Banyak perempuan memilih untuk mengambil waktu sejenak dari dunia kerja demi kepentingan keluarga dan pengasuhan anak.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Survei terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen perempuan di Indonesia memilih jalur ini dengan harapan dapat kembali bekerja di masa depan dalam format yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Alasan Perempuan Mengambil Jeda Karier
Banyak perempuan mengambil jeda karier sebagai respons terhadap tuntutan pengasuhan yang kerap kali masih terbebani pada mereka. Wita Krisanti, Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), menekankan bahwa keputusan ini sering dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga yang berat.
Persaingan kerja yang semakin ketat juga menjadi faktor pendorong untuk berhenti sejenak. Menurut survei IBCWE, alasan umum bagi perempuan untuk mengambil jeda mencakup mengurus orang tua, merawat anak, atau ingin meningkatkan kualitas diri.
Sebuah studi menunjukkan bahwa meskipun 98 persen perempuan yang mengambil jeda karier ingin kembali bekerja, mereka sering kali menghadapi tantangan yang berkaitan dengan reintegrasi ke pasar kerja.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Tantangan yang Dihadapi Perempuan Selama Jeda Karier
Salah satu tantangan utama yang dihadapi perempuan adalah hilangnya identitas profesional. Banyak dari mereka merasa kehilangan diri ketika keluar dari dunia kerja, yang bisa mengganggu kemampuan mereka untuk kembali beradaptasi.
Hampir sepertiga perempuan yang mengambil jeda karier juga mengalami kekhawatiran akan tertinggal dalam perkembangan industri. Ini termasuk rasa cemas terkait dengan perubahan teknologi dan skill set yang mungkin telah ketinggalan zaman.
Ditambah lagi, bias yang dimiliki perusahaan terhadap 'gap' dalam CV sering membuat mereka harus memberikan penjelasan berlebihan mengenai alasan jeda saat proses perekrutan.
Strategi untuk Kembali Setelah Jeda Karier
Mengambil langkah aktif dalam memperbarui skill merupakan salah satu strategi yang penting. Mengikuti pelatihan, kursus, atau webinar dapat membantu perempuan meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menyusun CV yang menekankan keahlian dan pengalaman yang diperoleh selama jeda, serta bukan hanya fokus pada periode tanpa pekerjaan, juga krusial.
Membangun kembali jaringan profesional adalah langkah penting lainnya. Menghadiri seminar atau bergabung dalam komunitas profesional dapat membuka kembali peluang yang mungkin terabaikan selama jeda.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: