Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 23:28 WIB

Kasus Pengeroyokan di Kalibata: Tiga Tersangka Ditangkap, Satu Korban Tewas

Author

Kasus Pengeroyokan di Kalibata: Tiga Tersangka Ditangkap, Satu Korban Tewas

Polisi mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Kalibata, Jakarta Selatan, yang melibatkan dua orang yang diduga mata elang atau debt collector. Insiden ini berujung pada tewasnya satu korban pada 11 Desember 2025.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Penyampaian barang bukti dan identitas tersangka berlangsung di aula Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat malam, 12 Desember 2025, sebagai respons cepat terhadap insiden kekerasan yang menciptakan keresahan di masyarakat.

Detail Kasus Pengeroyokan

Dua pria yang dihentikan saat berkendara di Jalan Raya Kalibata dianiaya oleh sekelompok orang dari mobil yang berbeda. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis malam, 11 Desember 2025, saat mereka menginterupsi seorang pengendara motor.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan, "Nah, setelah diberhentiin, tiba-tiba pengguna mobil di belakangnya membantu," mengisyaratkan bahwa insiden tersebut melibatkan orang luar, dan bukan hanya masalah pribadi.

Kronologi kejadian ini berlanjut saat saksi mata melaporkan bahwa lima pria dari mobil tersebut turun untuk menghampiri dan memukuli kedua pria tersebut. Akibatnya, mereka dianiaya hingga salah satu dari mereka tidak dapat diselamatkan.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Identifikasi Tersangka dan Barang Bukti

Pada pengungkapan yang dilakukan pihak kepolisian, tujuh nama tersangka berhasil diidentifikasi, termasuk tersangka berinisial A, B, IBB, JLA, AMZ, RG, dan satu yang berinisial I sebagai Brigadir. Satu tersangka lainnya, berinisial Q, tidak dicantumkan pangkatnya.

Barang bukti yang ditampilkan mencakup satu kunci kendaraan, empat helm, lima ponsel, tiga sandal, dan dua pelat nomor kendaraan (TNKB). Pengungkapkan barang bukti ini ditujukan untuk memberikan bukti konkret kepada publik.

Rekan-rekan korban yang berasal dari Indonesia Timur juga hadir untuk menunjukkan solidaritas mereka dan menuntut keadilan terkait kasus ini. Hal tersebut menegaskan bahwa kejadian ini tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga pada komunitas yang lebih luas.

Reaksi dan Dampak Pasca Pengeroyokan

Reaksi emosional dari rekan korban menimbulkan kekacauan di lokasi kejadian, yang ditandai dengan perusakan dan pembakaran lapak kios pedagang di sekitar. Tindakan ini mengindikasikan bahwa kemarahan serta rasa sakit dari kejadian kekerasan tersebut begitu mendalam.

Polisi mencatat bahwa kerusuhan ini menambah kompleksitas penanganan kasus, karena dampak sosial yang dihasilkan sangat besar, menciptakan ketidakamanan dan kekhawatiran di antara warga.

Kepolisian berjanji untuk menangani situasi ini dengan serius dan memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional. Mereka juga berkomitmen untuk transparan dalam memberikan perkembangan terbaru kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penanganan yang diambil.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU