Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 16:30 WIB

Kerusakan Saraf Mata: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Author

Kerusakan Saraf Mata: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Kerusakan saraf mata bisa berujung pada masalah serius dalam kesehatan penglihatan. Mengetahui gejala dan penyebabnya dapat membantu mencegah kondisi yang lebih parah.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Gejala umumnya termasuk nyeri dan penglihatan kabur, yang bisa menjadi tanda awal dari penyakit seperti sklerosis multipel.

Ciri-ciri Kerusakan Saraf Mata

Kerusakan saraf mata, atau neuritis optik, disebabkan oleh peradangan yang menyerang saraf optik. Gejala paling awal yang sering muncul adalah nyeri saat menggerakkan mata dan hilangnya penglihatan sementara pada satu mata.

Menurut Mayo Clinic, lebih dari 90% kasus neuritis optik ditandai dengan nyeri mata yang semakin parah saat mata digerakkan. Selain itu, penurunan ketajaman penglihatan juga bisa terjadi, sehingga pandangan menjadi buram.

Ciri khas kerusakan saraf mata adalah kehilangan sebagian lapang pandang, terutama di bagian tengah, serta penurunan persepsi warna, terutama warna merah. Penderita dapat mengalami satu atau beberapa gejala tersebut secara bersamaan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Penyebab Kerusakan Saraf Mata

Kerusakan saraf mata bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit autoimun dan peradangan, di mana sistem imun mengacau dan menyerang jaringan tubuh seperti saraf optik.

Infeksi dari virus, bakteri, atau parasit juga dapat merusak saraf optik. Dalam beberapa kasus, infeksi ini mungkin menyerang langsung atau memicu respons imun yang merusak.

Selain itu, beberapa zat dalam obat-obatan dan racun, seperti alkohol atau obat infeksi, dapat memicu neuropati optik. Kurangnya aliran darah, kekurangan vitamin B12, tumor, dan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol juga meningkatkan risiko kerusakan saraf mata.

Pengobatan Kerusakan Saraf Mata

Pengobatan kerusakan saraf mata disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Konsultasi dengan dokter menjadi langkah pertama untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Pemberian obat antiinflamasi, khususnya steroid melalui infus, biasanya menjadi pilihan utama. Obat ini dirancang untuk mengurangi peradangan dan memperbaiki penglihatan yang sudah terpengaruh.

Jika ada penyakit mendasar seperti infeksi, dokter mungkin akan merekomendasikan antibiotik. Untuk kasus yang berkaitan dengan autoimun, terapi plasma bisa dipertimbangkan untuk menurunkan aktivitas sistem imun yang terganggu.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU