Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menunjukkan kekecewaannya terhadap penghinaan yang dialami Suku Sunda oleh Adimas Firdaus, pemilik akun Instagram Resbob. Ia mendesak kepolisian untuk bertindak cepat menanggapi situasi ini.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Erwan menegaskan bahwa tindakan penghinaan ini termasuk dalam kategori SARA yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Ia mendorong penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Reaksi Pemerintah Terhadap Ujaran Kebencian
Dalam pernyataannya, Erwan Setiawan menekankan, "Ini sudah SARA, saya ingin kepolisian segera menangkapnya. Ini berpotensi memecah belah kesatuan bangsa." Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengambil tindakan serius dalam menghadapi isu ujaran kebencian.
Sebagai seorang pemimpin yang berasal dari Suku Sunda, Erwan merasakan langsung dampak dari penghinaan ini. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mengarahkan kemarahan kepada suku tertentu dan menekankan pentingnya persatuan meski dalam perbedaan yang ada.
"Saya yang terlahir dari Suku Sunda, sangat terhina dan marah. Tapi kita enggak boleh dendam ke sukunya," ungkapnya, menunjukkan sikap rekonsiliatif dan mengedepankan toleransi di tengah situasi yang panas.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Tindakan Hukum Terhadap Pelaku
Adimas Firdaus telah dilaporkan kepada Polda Jawa Barat oleh Viking Persib Club atas dugaan ujaran kebencian. Laporan ini diajukan oleh kuasa hukum Viking, Ferdy Rizki, sebagai langkah legal awal untuk menanggapi tindakan yang dianggap tidak bisa diterima.
"Tadi malam alhamdulillah, kami sudah membuat laporan polisi terkait dengan adanya ujaran kebencian yang viral di media sosial," jelas Ferdy. Ini menunjukkan pemerintah dan masyarakat tidak tinggal diam terhadap tindakan yang merugikan.
Ketua Viking, Tobias Ginanjar, memberikan mandat kepada Ferdy untuk melanjutkan proses hukum guna menyelesaikan isu ini secara menyeluruh.
Dampak Jangka Panjang Ujaran Kebencian
Ujaran kebencian dan penghinaan tidak saja berdampak pada individu yang terkena, namun juga dapat mengguncang tatanan sosial secara luas. Penting bagi masyarakat untuk memperjuangkan sikap toleran dan penghormatan antar suku demi menjaga keharmonisan.
Kepolisian dan instansi terkait diharapkan dapat lebih responsif terhadap isu-isu sensitif seperti ini. Penegakan hukum yang tegas bisa menjadi salah satu solusi untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.
Erwan Setiawan menekankan pentingnya bersama-sama memberantas ujaran kebencian, agar budaya dan nilai-nilai keindonesiaan tetap terjaga dari tindakan provokatif yang merusak.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: