Pada Kamis malam, dua warung makan di Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan dibakar oleh sekelompok massa yang diperkirakan berjumlah antara 20 hingga 30 orang.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Kejadian ini diduga berkaitan dengan tewasnya seorang pria yang diduga debt collector akibat dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal beberapa jam sebelumnya.
Kronologi Peristiwa
Kejadian bermula sekitar pukul 18.30 WIB ketika massa tiba di lokasi setelah insiden pengeroyokan terjadi. Meskipun polisi, baik yang berseragam maupun berpakaian preman, sudah berjaga dan meminta massa untuk membubarkan diri, massa tetap bertahan dan merobohkan warung-warung lain di sekitarnya.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan bahwa bentrok terjadi ketika kelompok debt collector menyetop seorang pengguna sepeda motor. "Kronologisnya, tadi ada salah satu pengguna sepeda motor lah. Nah, sepeda motor tiba-tiba di-stop oleh teman-teman (debt collector) ini," ujar Mansur.
Setelah itu, orang-orang tak dikenal turun dari mobil dan langsung melakukan pengeroyokan kepada kelompok debt collector yang sedang menahan kendaraan. Kejadian ini mengakibatkan situasi semakin tegang.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Akibat Pengeroyokan
Akibat pengeroyokan tersebut, satu orang debt collector tewas di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka parah dan berada dalam kondisi koma. Kedua korban segera dilarikan ke RS Budhi Asih di Cawang, Jakarta Timur.
"Yang satu meninggal. Satu lagi dalam keadaan koma," ungkap Kompol Mansur. Insiden ini telah menimbulkan ketegangan di kalangan warga yang melihat kejadian tersebut.
Massa tidak hanya membawa senjata tajam seperti parang dan pedang, tapi juga menciptakan suasana yang semakin mencekam di lokasi.
Tanggapan Pihak Kepolisian
Kapolsek Pancoran mendorong agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh insiden tersebut. Pihak kepolisian telah mengidentifikasi pelaku pengeroyokan dan sedang berupaya untuk melakukan penangkapan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," lanjut Mansur. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban di tengah kejadian yang penuh emosi ini.
Dengan adanya kejadian tersebut, polisi berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan memastikan pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Masyarakat diharapkan menyadari pentingnya menyerahkan penyelesaian konflik kepada aparat berwenang.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: