Kebakaran tragis yang melanda gedung Terra Drone di Jakarta Pusat mengakibatkan 22 orang kehilangan nyawa. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa penyebabnya diduga berasal dari baterai drone.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa tim Laboratorium Forensik sedang mencari titik sumber api yang menyebabkan kebakaran ini.
Penyebab Kebakaran dan Penanganannya
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Bayu Megantara, memberi penjelasan tentang upaya pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. Meskipun menggunakan lima alat pemadam api ringan, usaha tersebut gagal karena asap semakin menguat.
Baterai litium yang digunakan di drone dan kendaraan listrik berpotensi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Kasus kebakaran di Malaysia tahun lalu mengilustrasikan bagaimana kerusakan pada komponen baterai dapat memicu korsleting yang fatal.
Direktur Jenderal Pemadam Kebakaran Malaysia, Nor Hisham Mohammad, juga menyatakan, "Hasil investigasi menemukan bahwa kebakaran tersebut tidak disebabkan oleh catu daya, melainkan karena kerusakan yang sudah ada sebelumnya di dalam kapsul baterai."
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Tantangan dalam Memadamkan Kebakaran Baterai Litium
Kebakaran yang diakibatkan oleh baterai litium memerlukan metode penanganan yang berbeda dan tidak bisa dipadamkan dengan cara konvensional. Ahmad Wildan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan bahwa menyiramkan air ke baterai litium yang terbakar justru memperburuk keadaan.
"Proses berantai terjadi karena satu sel baterai mengalami thermal runaway, dan tidak akan padam sebelum semua sel di dalam box tersebut habis terbakar," tegas Ahmad Wildan.
Karena itu, memadamkan api baterai litium memerlukan metode khusus, seperti fire blanket yang tahan hingga 1.600°C, serta penggunaan cairan HARTINDO AF31 Lithium Fire Killer (LFK).
Pentingnya Persiapan dalam Menghadapi Kebakaran
Dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan listrik, penting bagi pemilik untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman kebakaran. Willy Hadiwijaya, CEO PT FAST, menyarankan agar pemilik kendaraan listrik menyiapkan alat pemadam api ringan yang sesuai.
"APAR berbahan kimia berbasis air dan mengandung Potassium lebih efektif untuk memadamkan api dari baterai litium yang memiliki temperatur lebih dari 1.200 derajat Celsius," ungkap Willy.
Dalam menghadapi risiko kebakaran ini, kesiapan bagi semua produsen mobil listrik adalah langkah penting untuk melindungi keselamatan pengguna dan lingkungan di sekitarnya.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: