Sebuah studi terbaru menemukan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap konsentrasi anak-anak.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Penelitian ini mengaitkan media sosial dengan peningkatan gejala ADHD pada anak usia 10 hingga 14 tahun.
Temuan Penelitian Mengenai Konsentrasi Anak
Laporan yang direview oleh rekan sejawat meneliti lebih dari 8.300 anak di Amerika Serikat, menunjukkan keterkaitan antara waktu yang dihabiskan di media sosial dan kemampuan berkonsentrasi.
Anak-anak dalam studi ini dilaporkan menghabiskan rata-rata 2,3 jam per hari untuk menonton televisi atau video online, 1,4 jam di media sosial, dan 1,5 jam bermain video game.
Meskipun tidak ada hubungan signifikan antara ADHD dan aktivitas bermain video game atau menonton TV, penelitian menemukan bahwa penggunaan media sosial dalam durasi tertentu berkorelasi dengan peningkatan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi.
Efek Penggunaan Media Sosial Terhadap ADHD
Gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) adalah kondisi neurodevelopmental yang ditandai dengan sifat impulsif, pelupa dalam menjalankan tugas harian, dan kesulitan berkonsentrasi.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
"Kami mengidentifikasi hubungan antara penggunaan media sosial dan peningkatan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi, yang diinterpretasikan di sini sebagai efek kausal yang mungkin," ungkap para peneliti.
Torkel Klingberg, profesor neurosains kognitif di Karolinska Institute, menambahkan bahwa gangguan konstan akibat media sosial seperti pesan dan notifikasi dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk tetap fokus.
Tren dan Implikasi Penggunaan Media Sosial oleh Anak
Studi ini menemukan bahwa peningkatan penggunaan media sosial tidak dipengaruhi oleh latar belakang sosioekonomi atau kecenderungan genetik terhadap ADHD.
Data nasional kesehatan anak-anak di AS menunjukkan prevalensi ADHD meningkat dari 9,5 persen pada periode 2003-2007 menjadi 11,3 persen pada 2020-2022.
"Penggunaan media sosial yang semakin dini dan meningkat ini menyoroti perlunya verifikasi usia yang lebih ketat dan pedoman yang lebih jelas bagi perusahaan teknologi," jelas laporan tersebut.
Selain itu, penggunaan media sosial oleh anak juga meningkat dari sekitar 30 menit per hari pada usia sembilan tahun menjadi dua setengah jam per hari pada usia 13 tahun.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: