Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 16:25 WIB

Penyidikan Kasus Penemuan Kayu Gelondongan di Sumatra Utara

Author

Penyidikan Kasus Penemuan Kayu Gelondongan di Sumatra Utara

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri baru saja menaikkan status kasus penemuan kayu gelondongan di daerah aliran sungai Garoga dan Anggoli, Sumatra Utara, menjadi tahap penyidikan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kenaikan status ini menyusul penemuan dua alat berat yang diduga terlibat dalam kegiatan ilegal pengambilan kayu di lokasi tersebut.

Status Kasus Naik ke Penyidikan

Brigjen Moh Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, menegaskan bahwa kasus ini meningkat ke tahap penyidikan berkat adanya dua alat bukti yang kuat.

Ia menyatakan, "Untuk di TKP Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan," menyiratkan keseriusan dalam menanggapi situasi ini.

Penyidik akan mencermati semua pihak yang terlibat untuk memastikan bahwa akuntabilitas terkait aktivitas ilegal ini dapat terungkap.

Irhamni menambahkan, "Tentunya ini akan kami buktikan perbuatannya apa, yang menyuruh mereka siapa, yang mendapatkan keuntungan siapa, apakah perorangan atau korporasi."

Dugaan Pelanggaran Lingkungan

Kombes Fredya, salah satu penyidik, menunjukkan adanya dugaan pelanggaran hukum yang terkait dengan lingkungan hidup berdasarkan peraturan Indonesia.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Ia menjelaskan bahwa penyidikan ini konsultasi dengan Pasal 109 juncto Pasal 98 jo. Pasal 99 UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Di tempat kejadian, tampak bukaan lahan yang mencolok dengan kayu-kayu yang tergerus arus sungai, menunjukkan dampak dari aktivitas ilegal tersebut.

Irhamni juga menyatakan, "Dugaan melarikan diri, tidak ada di tempat, ditinggalkan begitu saja alat berat," merujuk pada kondisi ekskavator dan buldoser yang ditinggalkan di lokasi.

Identifikasi Jenis Kayu dan Alat Berat

Sebelum penyidikan resmi dimulai, Tim Bareskrim telah mengambil 27 sampel kayu dari DAS Sungai Garoga untuk dianalisis lebih mendalam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kayu yang paling banyak ditemukan terdiri dari jenis karet, ketapang, dan durian.

Kayu-kayu ini telah dikategorikan oleh para ahli, menandakan sebagian besar merupakan hasil dari aktivitas gergaji dan pengangkutan dengan alat berat.

Identifikasi ini penting untuk memperdalam pemahaman tentang aktivitas ilegal yang terjadi serta siapa yang bertanggung jawab atas perambahan hutan.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU