Kegiatan penebangan ilegal di Indonesia telah meningkatkan risiko banjir yang signifikan. Deforestasi yang berlangsung tanpa kontrol mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak pada masyarakat sekitar.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Hilangnya kemampuan tanah untuk menyerap air akibat penebangan ilegal menjadi salah satu penyebab utama banjir. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi keterkaitan antara praktik penebangan liar dan frekuensi banjir yang meningkat di sejumlah daerah.
Pengertian dan Praktik Illegal Logging
Illegal logging atau penebangan ilegal merujuk pada proses penebangan pohon secara sembarangan tanpa izin dari pihak berwenang. Ini sering dilakukan oleh individu atau kelompok yang berusaha mendapatkan keuntungan secepatnya tanpa memikirkan dampak jangka panjang.
Hutan tropis di Indonesia adalah salah satu sumber daya alam paling berharga, namun kegiatan illegal logging menyebabkan hilangnya kawasan hutan yang berfungsi sebagai pelindung lingkungan dan penyerap air.
Daerah seperti Kalimantan dan Sumatera menjadi sasaran utama praktik ini, menyebabkan kerusakan yang tidak hanya mengancam biodiversitas tetapi juga meningkatkan risiko berbagai bencana alam.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Dampak Terhadap Lingkungan
Kerusakan hutan akibat illegal logging memberikan dampak luas pada lingkungan. Fungsi hutan dalam mengatur siklus air terganggu, sehingga daerah tersebut menjadi lebih rentan terhadap banjir.
Ketika pohon-pohon ditebang, tanah menjadi lebih mudah tergerus oleh air. Lahan yang sebelumnya berfungsi menyerap hujan kini tidak lagi mampu, mengakibatkan curah hujan langsung mengalir ke sungai dan badan air lainnya.
Hilangan penutup vegetasi juga menambah sedimentasi di sungai, menjadikan aliran lebih cepat dan meningkatkan risiko banjir bandang di hilir.
Kasus Banjir yang Dipicu Illegal Logging
Salah satu beban nyata dari dampak ini muncul di banjir yang melanda wilayah hulu Sungai Ciliwung. Sejak penebangan ilegal berlangsung, intensitas banjir di daerah tersebut meningkat setiap tahun, memberi dampak negatif kepada masyarakat sekitar.
Instansi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa penebangan liar di hulu sungai memberikan kontribusi besar terhadap volume air yang mengalir dengan cepat ke hilir, sehingga banjir menjadi lebih parah saat hujan deras.
Contoh lain tercatat di Kalimantan, di mana banjir besar terjadi setelah musim hujan, dengan penelitian menunjukkan area yang mengalami penebangan ilegal jauh lebih rentan dibandingkan daerah yang hutan-hutannya tetap terjaga.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: